Rita Berharap Pemenuhan Hak Anak Hingga Tingkat InternasionalDari Konfrensi Kota Layak Anak di Solo
2011-07-04 05:21:18
MENTERI Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar membuka Konferensi Internasional Kota Layak Anak ke – 2 (2nd International Conference on Child Friendly Asia Pasific Tahun 2011) yang dilaksanakan permerintah Indonesia dari tanggal 30 Juni -2 Juli di kota Solo, Jawa Tengah berlangsung di Sunan hotel, Kamis (30/6) lalu. Konfrensi dihadiri 500 orang anak berasal dari perwakilan forum anak di 33 provinsi, anak-anak berprestasi khusus dan peninjau kota layak anak dari 14 negara yakni Malaysia, Brasil, Sudan, Vietnam, Philipina, Indonesia, Bolivia, Australia, Jepang, India, Hongkong, Pakistan, Malawi, dan Amerika Serikat. Hadir sebagai pembicara, Profesor Karen Malone ketua jaringan layak anak Asia Pasifik. Dalam sambutanya Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan Konfrensi yang bertema Engaging Children ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi anak dalam pembangunan kota layak anak (KLA), agar perwujudan kota yang layak untuk anak tidak hanya dibentuk dari sudut pandang orang dewasa tetapi juga dari anak-anak sendiri. Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan pelajaran dan pengalaman terbaik dari negara-negara lain dalam hal pembangunan kota layak anak dan Pemerintah Indonesia punya komitmen kuat untuk memfasilitasi keberadaan KLA di seluruh wilayah, salah satunya dengan diterbitkannya Inpres No 1/2010 tentang percepatan pembangunan melalui KLA, katanya. Sementara itu Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari saat menghadiri konfrensi tersebut sangat berharap agar langkah-langkah pemenuhan hak anak di tingkat nasional dan internasional, khususnya di Asia Pasifik dapat dipenuhi melalui penyelenggaraan konferensi ini dan semua para pemangku kepentingan yang hadir sebagai peserta yang diberi pengetahuan mengenai konsep pengembangan wilayah yang ramah anak ini bisa segera diterapkan di daerahnya masing –masing, terutama Kukar. yd
|