Dentuman Meriam Iringi Ritual Bepelas Sultan2011-07-05 00:14:52
TENGGARONG, Sejumlah upacara adat digelar sebagai rangkaian kegiatan Erau Tepong Tawar di Tanah Kutai 2011 setelah didirikannya Tiang Ayu pertanda dimulainya Erau, Minggu (3/7) lalu. Salahsatu ritual sakral yang selalu digelar tiap malam mulai malam pertama hingga malam ketujuh kegiatan Erau adalah ritual Bepelas Sultan. Ritual Bepelas adalah ungkapan rasa syukur Sultan bersama rakyatnya bahwa pembukaan Erau berlangsung tertib dan aman. Upacara Bepelas yang berlangsung Minggu (3/7) malam lalu di Museum Mulawarman dihadiri Bupati Kutai Kartanegara Hj Rita Widyasari dan wakilnya HM Ghufron Yusuf. Juga hadir Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi, Felix Wanggai, sejumlah Sultan dan Raja dari Nusantara serta kerabat kesultanan lainnya. Ritual sakral yang hanya dilakukan saat Erau ini diawali prosesi dimana 5 Dewa dibantu 7 Dewa Bini (Dewi) yang sebelumnya melakukan upacara Merangin Malam di halaman Museum. Para Dewa bersama Dewa Bini dengan membawa berbagai asesoris ritual kemudian menari membaca mantra mengelilingi Tiang Ayu yang berdiri tegak di atas tikar berukir beras warna warni yang disebut Tambak Karang. Kemudian dilanjutkan dengan tari Ganjar Ganjur oleh kerabat dekat Sultan dan tamu undangan istimewa lainnya. Usai tarian ini, Sultan H Aji M Salehuddin II pun dijemput para Dewa dan Dewa Bini untuk di Pelas di hadapan Tiang Ayu. Upacara puncak Bepelas Sultan ini yaitu Sultan menginjak sebuah Gong kecil bernama Raden Galuh sambil memegang tali Juwita dan Tali Sinde yang terikat erat di Tiang Ayu. Bersamaan Sultan menginjak gong itu, bunyi dentuman meriam pun menggelegar memekakkan telinga. Usai Bepelas Sultan malam pertama, dilanjutkan jamuan makan malam yang diadakan di ruang pertemuan museum. Jamuan makan malam ini diisi penampilan tari Ganjur Bini diantara penarinya terdapat Bupati Kukar Rita Widyasari. Staf Ahli Presiden SBY Felix Wanggai juga berkesempatan menari bersama Putra Mahkota Pangeran Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat dan Sekretaris Sultan Haryanto Bachroel. Felix Wanggai menilai, Erau dengan berbagai upacara ritualnya sangat menarik untuk disaksikan dan dia mengaku beruntung bisa langsung melihat prosesi Erau yang menurut dia sangat unik dan original. yd
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...