Antrian di SPBU Kembali Terjadi2011-07-06 23:51:03
SAMARINDA, Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Samarinda kembali terjadi, disejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kota Samarinda terdapat antrian kendaraan roda dua maupun empat. di jalan Kusumah bangsa antrian kendaraan roda empat yang akan mengisi Premium ditempat itu harus mengantri, Bahkan antrian kendaraan mencapai 300 meter. "Ya terpaksa antri disini soalnya dibeberapa SPBU juga kosong, kebetulan yang ada disini maka kita antri disini," kata Dadang pengemudi angkot yang mengantri di depan kantor KONI Kaltim. Pada kesempatan itu Dadang menyesalkan sikap para pengemudi mobil mewah yang tidak mau menggunakan Pertamax seperti yang diharapkan pemerintah. Secara pribadi lanjut Dadang menumpuknya kendaraan pribadi di jejeran penjualan Premiun jelas jelas merugikan masyarakay yang memang masih memerlukan premium. "Mereka kalau subsidi dicabut masih bisa beli pertamax karena mereka banyak duitnya, sementara kita yang saat ini tergantung pada Premium akan semakin menderita," tegas Dadang. Saat ini saja lanjutnya untuk membeli premium 5 liter kita harus mencari 2-5 jam, sementara mereka yang menggunakan mobil mobil mewah yang banyak mengantri di jalur premium ini untuk beli 5 liter mungkin tidak perlu keliling-keliling kota. Memang jika berbicara hak semua rakyat Indonesia memiliki hak, namun lanjutnya sebagai manusia yang memiliki rasa kebersamaan dan peduli terhadap sesama seharusnya mereka tidak lagi menggunakan premium. "Mereka kan tidak perlu disubsidi, wong harga mobil mereka saja sudah sudah membuktikan bahwa mereka adalah orang yang mampu," kata Dadang. Sementara itu petugas SPBU di jalan Kadrie Oening mengaku bahwa himbauaan pemerintah meminta pengguna mobil mewah untuk menggunakan pertamax tidak seimbang dengen ketersediaan pertamax dipasaran. "Pemerintah hanya bisa menghimbau, seharusnya jika mereka serius ketersediaan pertamax juga ditambah tidak hanya sekedar himbauaan," katanya. Petugas yang meminta namanya tidak dipublikasikan ini mengatakan bahwa jika premium benar-penar dikurangi produksinya dan meningkatkan produksi pertamax secara alami masyarakat akan tetap menggunakan pertamax. ""Mana ada yang mau menggunakan pertamax sementara disetiap SPBU hanya tersedia satu unit mesin pengisian," tegasnya. Disinggung mengenai antrian kendaraan, Dia mengatakan bahwa pada dasarnya pasokan BBM tetap saja, hanya saja kemungkinan masyarakat kembali panik padahal pertamina sudah menambah kuota BBM. M4n
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...