Polsek Palaran Samarinda Diserbu MassaMinta Pelaku Pengeroyokan Dibebaskan
2011-07-06 05:47:36
SAMARINDA,Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Palaran, Samarinda, Senin (4/7) lalu, sekitar pukul 20.00, diserbu massa. Diperkirakan masa berjumlah sekitar 20 orang. Massa meminta pembebasan seorang pria diduga pelaku pengeroyokan, Budi Sanigo yang ditahan sejak lima hari terakhir. Kejadian malam itu, membuat situasi tegang di Palaran. Satu truk Dalmas membawa pasukan satu pleton atau 30 anggota polisi Samapta dari Polresta Samarinda diterjunkan mengamankan lokasi kejadian. Turut pula Satuan Reserse Kriminal dan Satuan Lalu Lintas Polresta Samarinda mengamankan situasi. Pantauan media ini di lapangan hingga pukul 22.00, markas Polsekta Palaran masih diamankan personil polisi dengan persenjataan lengkap. Massa 20 orang pun masih bertahan di depan Polsekta yang melakukan dialog dengan polisi. Tak berselang waktu terlalu lama, massa membubarkan diri dan pasukan Samapta kembali ke markas Polresta Samarinda. Namun, esok harinya Selasa (5/7) kemarin, polisi masih menahan Budi Sanigo dan disusul menangkap rekannya Udin. Polisi masih memburu satu lagi rekan pelaku lainnya bernama Edi yang terlibat pengeroyokan terhadap korban bernama Budiman. Polisi memerlukan ketiga pelakunya dihadirkan untuk berdamai dengan korban secara tuntas. Ini agar Budi dapat dibebaskan sebagai syarat permintaan keluarga dan massa yang datang ke Polsek Palaran. Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arkan Hamzah didampingi Kapolsekta Palaran AKP Indratmoko melalui Kanit Reskrim Iptu Tommy Aruan menjelaskan pencarian untuk menangkap Edi untuk melengkapi ketiga pelaku pengeroyokan. Ini sangat penting untuk proses perdamaian, bila tidak ingin kasus tersebut berlanjut ke proses hukum berikutnya. "Polisi masih mencari satu lagi rekan pelaku pengeroyokan. Ini agar seluruh ketiga orang diduga terlibat pengeroyokan diamankan agar bisa dilakukan proses perdamaian secara tuntas kepada korban. Sekarang ini butuh waktu saja korban meminta untuk berdamai agar pelaku pengeroyokan dilepaskan," kata Tommy. Kejadian ini berawal saat Budi diduga bersama Udin dan Edi mengeroyok Budiman, karena selisih persoalan di pekerjaan yang tak selesai di tambang batu bara. Korban Budiman bekerja sebagai foreman terlibat adu mulut dengan Udin yang bekerja sebagai sopir truk. Udin merasa cara kerja Budiman, salah yang menyiram air jalan tambang licin, padahal ketika itu ada kegiatan hauling truk pengangkut batu bara. "Udin sempat mendatangi korban Budiman dan ingin berdamai, akhirnya tidak jadi. Kemudian, ada pula paman Udin membantu Udin mendamaikan dengan Budiman. Nah, disitulah, terjadi pemukulan di Jl Kampung Tengah Bentuas. Pemukulan melibatkan ketiga pelaku," kata Tommy. opi
|