Jalan Tol Yang Menghubungkan Kabupaten dan Kota

Nantinya bisa seperti jalan  Pantura di Jawa

2011-07-07  05:56:01

SAMARINDA,  Gubernur Kalimantan Timur Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan bahwa kualitas pembangunan jalur jalan tol  yang menghubungkan antar  kabupaten kota provinsi di Kaltim harus sama dengan kualitas jalan Pantai Utara (Pantura) di Pulau Jawa.
“Pemerintah atas nama masyarakat Kalimantan menginginkan agar pusat membangunkan jalan tol  yang menghubungkan kabupaten dan kota di Kaltim nantinya bisa sama kualitasnya dengan Pantura di Pulau Jawa,” kata Awang  Faroek Ishak, belum lama ini.
Menurutnya Hal ini penting, guna memberikan jaminan yang baik bagi kelancaran dan ketahanan serta kemampuan infrastruktur jalan di daerah, sekaligus mendukung percepatan pembangunan  perekonomian daerah.
Menurut dia, Kalimantan khususnya Kalimantan Timur telah ditetapkan sebagai salah satu daerah untuk pengembangan dan pembangunan Koridor Ekonomi Nasional. Tentu, keberadaan jalur Trans Kalimantan menjadi urat nadi bagi pertumbuhan ekonomi daerah bahkan nasional.
Selain itu, dengan penetapan tersebut sewajarnya pemerintah pusat secara konsekuan untuk mendukung daerah untuk mewujudkannya dengan menyalurkan dana pembangunan yang memadai, khususnya untuk pembangunan jalur tersebut.
“Pemprov Kaltim meminta Pusat, khususnya di jajaran Kementrian Pekerjaan Umum untuk segera menuntaskan pekerjaan jalan Trans Kalimantan. Selain itu, juga meminta peran perusahaan swasta yang selama ini ikut memanfaatkan jalan itu untuk ikut memperbaiki dan memelihara kondisi jalan tersebut,” harapnya.
Perlu diketahui, jalur Pantura merupakan  jalan nasional sepanjang 1.316 kilometer yang melintas di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa. Sedangkan,  Trans Kalimantan yang merupakan jalan nasional ini panjangnya mencapai 2.118 kilometer melintasi emapt provinsi di Kalimantan, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
Oleh karenanya, tanggung jawab Pemerintah Pusat untuk segera menuntaskan jalan Trans Kalimantan di Kaltim harus segera direalisasikan karena jalur jalan tersebut merupakan urat nadi kegiatan tranportasi penumpang dan perdagangan di wilayah utara Kaltim.
Apalagi, kualitas Trans Kalimantan belum memadai. Ruas jalan umumnya masih kelas IIIb. Kondisi tersebut  tidak  sesuai dengan aktivitas kendaraan besar yang bebannya bahkan sampai lebih delapan ton. Tingginya aktivitas ini, tentu  mengakibatkan mudah terjadi kerusakan pada badan jalan.
“Sesuai dengan Masterplan Program Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan masuk dalam Koridor Ekonomi Nasional, maka jalur Trans Kalimantan kualitasnya harus sama dengan jalan-jalan yang berkualifikasi tinggi, bahkan sama jalur Pantura,” ujar Awang Faroek Ishak.mar 

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1232 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...