Warga Kota Bangun dan Pelajar Muara Badak Juara TTGWakili Kukar di Lomba Tingkat Kaltim 2011-07-11 23:07:28
TENGGARONG, Mukhsin warga Desa Liang Kecamatan Kota Bangun bersama 9 murid Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Muara Badak berhasil mejuarai Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) II - 2011 yang digelar Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Bapemas Pemdes) Kutai Kartanegara. Dipastikan alat TTG kedua juara yang diumumkan Kamis (7/7) lalu akan mewakil Kukar di Tingkat Provinsi Kaltim sepekan mendatang. Mukhsin diajang lomba ini masuk bertanding dalam katagori masyarakat umum menampilkan satu unit alat TTG yang dia sebut sebagai pemotong/pengiris kerupuk dengan mesin. Menurutnya dengan alat ini dalam waktu singkat mampu menghasilkan ribuan lembaran kerupuk ikan yang biasa diolah warga di desanya sebagai produk industri olahan rumah tangga. “Jika secara manual (menggunakan tangan-red) 1 jam hanya mampu menghasilkan di bawah 1.000 lembar krupuk basah. Dengan alat ini bisa 20 hingga 30 kali lipat,” ujarnya sambil menunjuk mesin kreasinya yang nampak simpel dan mudah dibawa kemana-mana. Sementara dikatagori pelajar yang dimenangkan kelompok pelajar beranggotakan 9 murid SMPN 4 Muara Badak menampilkan satu unit alat yang mereka sebut sebagai Alat Pengering Ikan Tenaga Surya/Sampah. Menurut pembimbing bagi 9 murid SMP Muara Badak Imam Husaini yang juga Kepala Sekolah dari Satuan Pendidikan itu mengatakan bahwa alat yang dibuat muridnya dilandasi tiga aspek yaitu sosial budaya (Sosbud), ekonomis dan aspek teknis. Dari aspek Sosbud terinspirasi kondisi warga Desa Tanjung Limau yang sebagian besar nelayan. Mereka mengeringkan ikan dilakukan secara tradisional turun temurun yaitu saat matahari menyengat dan diletakan begitu saja di kiri kanan jalan desa. Sehingga dampaknya menggangu lalulintas sekaligus menimbulkan aroma kurang sedap di seantero desa. Dampak lainnya mengganggu kesehatan warga maupun konsumen karena ikan telah tercemar debu jalanan maupun aktifitas manusia dan binatang lainnya. Dengan alat ini nelayan bisa menggunakannya selama 24 jam bandingkan yang tradisional hanya siang hari saja. Kemudian lebih heigine (pengolahannya lebih sehat). Dari aspek ekonomis mampu memberikan nilai tambah penghasilan nelayan karena proses pengolahannya tidak lagi tergantung matahari tapi bisa menggunakan dengan sampah rumah tangga. Di aspek teknisnya untuk bahan pembuatan alat tidak sulit. “Karena semua bahan membuat rangkaian alat ini mudah ditemukan di Kecamatan Muarabadak,” ujarnya. Ditambahkannya bahwa dalam lomba TTG 2011 pihaknya menyertakan 4 buah alat untuk dilombakan dua diantaranya meraih juara I dan III. Untuk Juara Terbaik III kami tampilkan Tunggu/Kompor Murah dari Ampas Daging Kelapa. Sementara untuk juara kedua di katagori umum diraih Setia Alam dari Kecamatan Muarakaman dengan alat disebut Rumah Kompos 2 Fungsi. Juara III ditempati Agus Sutiono bersama rekannya yang tergabung dalam wadah GKP Borneo Hijau dan Tunas Harapan Kecamatan Loajanan dengan materi lomba yaitu Hasil Olahan Pupuk Organik Dekomposter Indoor. Sedang juara kedua katagori diraih pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Tenggarong dengan menampilkan Karbon Aktif Tempurung Kelapa Untuk Menjernihkan Air Akuarium. Kepala Badan Bapemas Pemdes Syamsi Juhrie menyampaikan selamat atas keberhasilan para juara dan mengharapkan bagi yang luput meraih juara untuk tetap berkreasi. Karena tahun depan (2012-red) lomba TTG akan tetap dilakukan. Sebab kegiatan ini memberikan dampak positif terutama bagi peningkatan mutu SDM sekaligus memacu warga untuk berlomba lomba mencitptakan terobosan teknologi. yd
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...