Erau Diakhiri Prosesi Ulur Naga dan Belimbur2011-07-11 23:36:03
TENGGARONG, Erau Tepong Tawar di Tanah Kutai 2011 telah berakhir dan resmi ditutup Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy di Museum Mulawarman Tenggarong, Minggu (10/7). Erau diakhiri dengan prosesi turunnya dua ekor reflika Naga Erau dari Museum Mulawarman untuk dilabuh (dilarung) perairan di Kutai Lama Kecamatan Anggana atau disebut dengan prosesi Ngulur Naga, kemudian dirangkai dengan upacara Belimbur yang ditandai dengan turunnya Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura HAM Salehuddin II ke Rangga Titi untuk memercikkan Air Tuli dari Kutai Lama sebagai tanda dimulainya siram-siraman (Belimbur). Dua prosesi adat ini menjadi perhatian dan ditunggu-tunggu masyarakat Kukar, khususnya masyarakat yang datang menghadiri acara penutupan Erau 2011. Turut hadir dalam penutupan Erau tersebut Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari, Wakil Bupati Kukar HM Ghufron Yusuf, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura HAM Salehuddin II bersama kekerabatan Keraton, Sekretaris Kabupaten Kukar HAPM Haryanto Bachroel, dan undangan lainnya. Bupati Rita Widyasari mengatakan, turunnya reflika naga dan dilabuh ke Kutai Lama menandai berakhirnya penyelenggaraan Festival Erau dengan tajuk Tempong Tawar di Tanah Kutai 2011 yang telah berlangsung selama sepekan yaitu dari 3 sd 10 Juli 2011. “Erau merupakan lambang kebesaran Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, moment mengulur atau membawa sepasang naga yang diawali dari Museum Mulawarman ke Kutai Lama merupakan rentetan ritual yang sampai hari ini tetap menjadi agenda yang tidak bisa dipisahkan sebagai suatu proses untuk pembersihan diri sekaligus memohon perlindungan dari Allah SWT,” kata Rita Dikatakan, Erau merupakan ikon produk kepariwisataan di Kukar dan Kaltim pada umumnya, untuk itu ia berharap agar seluruh stake holder yang ada diKukar, untuk dapat bersama-sama berbenah, dengan mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung yang lebih baik, sehingga Erau mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke Kukar dan menyaksikannya. Menurut Rita, Pemerintah Kukar akan selalu melakukan inovasi dalam upaya pengembangan kepariwisataan di Kukar. Penyediaan sarana dan prasarana pendukung sangat mutlak dibutuhkan, sehingga wisatawan suka datang ke Kukar baik dalam rangka mempelajari keunikan dan keanekaragaman Kutai yaitu dari sisi riset pengembangan maupun dari intertainmen. “Pemerintah Kukar selalu komitmen untuk menjadikan kota Tenggarong sebagai salah satu kota tujuan wisata yang terkenal tidak saja di Indonesia namun juga sampai ke mancanegara, seperti kota-kota lain di Indonesia, dengan terus mengembangkan potensi keprawisataan yang dimiliki,” ujar Rita.
|