Disdik Gelar Sosialisasi Keaksaraan Fungsional

Tekan Angka Buta Aksara Hingga 2015

2011-07-12  23:47:06

TENGGARONG, Sebagai bentuk kesungguhan Kabupaten Kutai Kartanegara dalam upaya pemberantasan buta huruf, melalui Dinas Pendidikan Kukar mengadakan Sosialisasi Program Keaksaraan Fungsional dan Pelatihan untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK PAUD NI )  Senin, (11/7) di Hotel Karya Tapian 2 Tenggarong.
Sosialisasi yang diikuti 70 peserta dari unsur Penilik, Kepala UPTD-SKB Ketua PKBM, TLD Tim Penggerak PKK, Mahasiswa dan undangan lainnya. Sosialisasi dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kukar yang diwakili Kasubid PAUD NI dan Kejuruan H Bahransyah.
Dalam acara itu mengatakan program keaksaraan fungsional adalah program Nasional, sehingga harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat, baik di kota maupun pedesaan di seluruh nusantara dan pemberantasan buta huruf dikaitkan dengan peran dan pekerjaan mereka di masyarakat.
Dalam hal ini menurut Bahransyah, pemerintah daerah terus bertekad akan menekan angka buta aksara di Kukar sampai dengan tahun 2015.  Dia berharap dengan kegiatan ini dapat menekan angka buta aksara sebanyak 0,5 sampai 1.
Menurutnya, keaksaraan tidak sebatas dapat membantu kehidupan atau meningkatkan kualitas hidup seseorang secara pribadi, tetapi dapat pula meningkatkan peradaban bangsa.
"Upaya menuntaskan buta aksara merupakan investasi penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya. 
Dijelaskannya, berdasarkan data statistik penyandang buta aksara yang paling tinggi di Kaltim mulai 2005, penyandang buta aksara 26.748 jiwa (usia produktif  usia 15-55 tahun) sementara di Kukar sendiri diprioritaskan pada usia produktif tahun 2005 sebanyak 130 orang, 2006 sebanyak 1.920 orang, tahun 2007 1.560 orang dan 2008 sebanyak 540 orang. Rentang waktu hingga 2011 mencapai 18.555 jiwa dengan demikian ada peningkatan dari tahun sebelumnya.
Bahransyah menambahkan naiknya angka ini ada beberapa penyebab antara lain Budaya masyarakat beranggapan pendidikan dianggap kurang penting, lebih baik bekerja, selanjutnya faktor sosial ekonomi (keminkinan), gengsi (menutup diri) dan geografis (kondisi alam sulit terjangkau oleh layanan pendidikan dan terisolisir terutama mereka yang mengikuti program Transmigrasi. Keaksaraan merupakan pintu komunikasi sosial, komunikasi budaya dan ekonomi, yang sangat berhubungan erat dengan tingkat kesejahteraan dan kesehatan. Meski begitu, ia menyadari akan menemukan banyak kesulitan dalam pelaksanaannya, terlebih ketika mengajak para orangtua secara aktif.
Pendekatannya tidak semata-mata baca tulis dan berhitung, akan tetapi pendekatan yang akan dilakukan adalah mengaitkan keaksaraan itu dengan aktivitas ekonomi dan kehidupan sosial. Sehingga mereka jadi tertarik melalui keaksaraan terutama dalam pemberdayaan perempuan baik secara sosial dan ekonomi. yd

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1232 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...