Jaang: Kondisi Alam dan Gangguan Lingkungan

2011-07-12  01:57:08

SAMARINDA, Masalah banjir yang selalu menjadi pemandangan yang biasa di Kota Samarinda ini kian mengkhawatirkan bagi masyarakat. Penyebab banjir selain kondisi lingkungan juga terkait adanya gangguan lingkuan yang ada di Samarinda. Dalah hal menyikapi permasalahan Pemkot Samarinda selalu melakukan upaya agar banjir ini bisa diatasi.
Menurut Walikota Samarinda Syaharie Jaang, sebenarnya banjir ini penyebab kondisi alam dan gangguan lingkungan seperti tambang, perumahan dan masih banyak faktor lain yang menyebabkan banjir yang ada di Samarinda. Selain itu juga normalisasi drainase yang ada dikota harus dibenahi secepatnya.
"Kami mengaharapkan relokasi Sungai Krang Mumus (SKM) karena parit besar dalam kota. Jika segera dipindahkan dalam 3-4 tahun maka daya tampung SKM akan bertambah," kata Jaang, Senin (11/7), saat dirumah Jabatan Walikota.
Ditambahkan Jaang, Pemkot Samarinda berencana dalam jangka panjang untuk mengusulkan alat khusus untuk penyedot lumpur sebanyak 3 unit. Sebab jika banjir datang selalu banyaknya lumpur dan pasir ikut terbawa saat banjir. Inilah yang menyebabkan drainase yang dangkal. Selain itu juga jangka panjang menginginkan adanya pintu pengendali air jika terjadi pasang surut air Mahakam.
"Kami juga meminta adanya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya sebab jika tidak sampah yang dibuang disembarangan akan menyumbat saluran air yang ada," ujarnya.
Hujan yang cukup deras di Kota Samarinda ini terjadi sekitar pukul 15.40 Wita ini mengakibatkan banjir yang cukup dalam. Banjir ini juga mengganggu para penguna jalan yang hendak berpergian. Seperti hasil pantauan Poskota Kaltim dilapangan banjir yang terjadi hapir seluruh ruas jalan yang ada Kota Samarinda terendam air hingga 60 centimeter.
Seperti di perempatan simpang Mall Lembuswana ini membuat sejumlah kendaraan mengalami mogok akibat bajir yang cukup dalam. Seperti yang dialami pengendara roda dua Warsito warga Sempaja Utara mengatakan, setiap kali hujan selalu mengalami banjir apalagi setiap sore hujan pasti terjebak banjir. Banjir sekarang lebih parah dibandingkan tahun lalu sebab banjir sekarang sudah bercampur lumpur dan pasir.
"Jika banjir sudah resiko warga, sebab selama ini drainase kurang diperhatikan banyak yang dangkal," ujar Warsito, saat melewati banjir di perempatan Mall Lembuswana.
Diharapkan pemerintah harus lebih fokus dan serius dalam menangani masalah banjir sebab ini berdampak bagi kesehatan baik anak-anak maupun orang dewasa. Sebab air banjir ini juga membuat kulit menjadi gatal-gatal. Semoga permasalahan banjir ini bisa segera diatasi agar Kota Samarinda ini tercap sebagai kota banjir. aon

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1232 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...