Keraton Benteng Pertahanan Budaya

Peradaban Bangsa Perlu Jadi Galeri Nasional

2011-07-13  03:21:49

TENGGARONG,Keraton yang selalu menghidupkan budaya di dalamnya dianggap sebagai benteng terakhir penyelamatan budaya di era globalisasi yang penuh dengan pengaruh serangan budaya asing. Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai salahsatu daerah yang komitmen memelihara budaya memanfaatkan moment Erau untuk menggelar seminar budaya.
Seminar budaya dengan tema "Budaya Kutai sebagai benang merah sejarah dalam merajut persatuan dan kesatuan bangsa untuk menuju masyarakat yang berbudaya" resmi dibuka Wakil Bupati Kukar HM Ghufron Yusuf, Sabtu (9/7) lalu di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura.
Dalam seminar masih dalam suasana Erau Tepong Tawar di Tanah Kutai tersebut, sebagai pembicara menghadirkan Profesor Dr Edi Sedyawati Komunitas Budaya Indonesia dan Sekkab Kukar yang juga Menteri Sekretaris Keraton HAPM Haryanto Bachroel.
Sebagai pemakalah pertama HAPM Haryanto Bachroel, dalam seminar tersebut dia mengatakan bahwa budaya perlu dipertahankan karena merupakan peradaban bangsa. Apalagi di era globalisasi ini kita kalau kita tidak pandai-pandai memelihara budaya atau tradisi maka kita akan tergeser. "Banyak kalangan beranggapan bahwa budaya itu yang saat ini era globalisasi yang diharapkan benteng terahirnya adalah keraton, karena keraton kalau tidak memelihara tradisi budaya seperti Erau ini, maka akan hilang disambar oleh budaya-budaya luar," katanya.
Dijelaskan, sebagaimana amanat Presiden pada waktu lalu disampaikan menteri Pariwisata menyebutkan, marilah kita berhenti berpolemik tentang Pilkada, Pilpres dan lainnya, mari kita berbudaya dan berkesenian untuk menumbuhkan harmoni sosial dalam rangka membangun bangsa dan negara.
"Jadi, betapa pentingnya budaya dimata seorang presiden, bahkan saya bersama para raja-raja 7 orang dipanggil ke Cikeas oleh Presiden sebelum Pemilu tahun lalu, bukan berbicara Pemilu tapi Presiden menyampaikan suatu gagasan bahwa peradaban bangsa Indonesia yang maha besar perlu dijadikan suatu galeri nasional.
Sehingga lanjut dia, dengan menggunakan teknologi begitu kita menekan tombol abad ke 1 itu tergambar apa yang terjadi di nusantara, misal kita tekan abad ke 2  kita lihat Kudungga mendirikan kerajaan Kutai Martadipura , begitu kita lihat abad ke 4 bagaimana dahsyatnya sang Mulawarman Raja ke tiga Kutai Martadipura mempersembahkan  20 ribu ekor sapi. Ini bisa tergambar pada galeri itu.
"Dalam galeri itu kebetulan saya ikut dalam tim, kelihatannya sebagian besar sudah jatuh ke daerah Kerawang ditemukan situs Mulawarman di sana, tapi terakhir Menteri Pariwisata dalam pertemuan kami dengan para raja-raja di Bandung mengharapkan itu di taman mini. Kutai sendiri minta jadi tuan rumah jadikan galeri.
Kenapa kita mempertahankan budaya, ternyata budaya itu yang saya katakan tadi bisa menentang, menghalau karena arus globalisasi tetapi budaya adalah jati diri bangsa indonesia. "Jati diri orang Kutai itu dibudayanya, salah satunya makan besaprah menggambarkan salah satu bagaimana raja ingin bertatap, kita bisa kembangkan budaya jati diri bangsa," ujar Haryanto Bachroel.
Bachroel menambahkan, budaya itu kalau dikemas dengan baik dapat mendatangkan devisa negara dan bisa menghidupkan ekonomi kerakyatan, contohnya Erau dimana banyaknya pengunjung membuat perputaran uang meningkat dan dengan demikian ekonomi kerakyatan bergerak, devisa juga demikian. yd

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1232 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...