Pendidikan Karakter Wajib Diajarkan Awal Masuk2011-07-14 06:34:42
SAMARINDA, Pembukaan Masa Orientasi Siswa (MOS) mulai Senin hingga akhir pekan ini telah dimulai dan dilaksanakan di masing-masing sekolah. Namun demikian, agar mental dan motivasi para siswa baru di masing-masing sekolah, baik dari jenjang SMP hingga SMA dapat meningkat dalam pemahaman kepribadiannya, maka tidak ada salahnya pendidikan karakter diajarkan sejak awal masuk sekolah. Demikian dinyatakan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kaltim H Musyahrim MM ketika ditemui di DPRD Kaltim Samarinda kemarin. Menurutnya, pendidikan karakter itu bukan saja dilaksanakan pada saat MOS. Tapi, proses pembelajaran lanjutannya juga diperlukan. Maksudnya, pembelajaran pendidikan karakter tersebut dapat disampaikan melalui pelajaran tertentu. “Tetapi alangkah bagusnya, pendidikan karakter tersebut di awal-awal ajaran baru dapat diberikan. Seperti pada saat di Masa Orientasi Siswa (MOS), mereka dapat saja diperkenalkan. Contohnya, bagaimana budaya sekolah, dan bagaimana sistem pembelajaran di sekolah tersebut,” ujar Musyahrim ketika ditemui di DPRD Kaltim Samarinda, Rabu (13/7). Oleh karena itu, maka disampaikanlah berkaitan dengan karakter tersebut. sebab, karakter ini berhubungan dengan pola tingkah laku siswa. Karenanya, hal itu diharapkan dapat ditanamkan sejak awal, sehingga siswa tersebut dapat mengerti budaya sekolah tersebut. “Pada kelanjutannya kan nanti akan meningkatkan proses pembelajaran mereka. Karenanya, pendidikan karakter itu kita tinggal menyambungkan saja. Jadi, ada kerangka-kerangka dasar yang telah diketahui siswa,” jelasnya. Apakah pendidikan karakter tersebut juga dimaksud agar dapat meningkatkan motivasi para siswa untuk lebih meningkat lagi dalam mendapatkan pembelajaran di sekolah. Musyahrim menyebut, tentu pasti memberikan motivasi. Sebab, cara meraih pendidikan karakter tersebut cukuplah beragam. “Mereka bisa saja meraih pendidikan karakter tersebut dari kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Jadi, dari awal masuk, mereka sudah bisa memilih program-program mana saja yang dapat diikuti untuk pengembangan pendidikan karakter. Namun demikian, saya yakin guru-guru dapat memahami anak-anak didiknya, apakah mereka bagus ditempatkan di kelompok-kelompok pembinaan yang ada di sekolah tersebut,” pungkasnya.mar
|