Renovasi Mesjid Untuk Tingkatkan Kualitas Belajar Siswa 2011-07-20 11:34:01
BALIKPAPAN, Untuk meningkatkan kualitas pendidikan tentunya menjadi tanggungjawab sekolah, guyru dan kepala sekolah namun semua itu perlu kita perhatikan juga soal pemantapan iman melalui rumah ibadah, karena dengan iman yang kokoh maka siswa akan dapat belajar dengan nyaman dan pasti akan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan yang sangat diharapkan. Kalau untuk pendidikan, kami sudah berencana untuk melakukan pemetaan dan kelompok belajar siswa sehingga bisa terlihat siswa yang memiliki kemampuan belajar tinggi dan siswa yanhg hanya memiliki nilai cukup, melalui kelompok atau tim kami inginkan siswa yang memiliki kemampuan istimewa sehingga mereka dimasukkan dalam tim bidang studi yang di Ujian Nasional (UN) kan. ‘’Kami tidak hanya memberikan perhatian serius bagi siswa dalam proses belajar tiap hari namun kami juga memberikan perhatian ekstra pada tempat ibadah yang ada disekolah berupa mesjid dimana memasuki tahun ajaran baru kami menata kembali ruangan mesjid dan lingkungan sehingga terlihat lebih asri dan sejuk,” kata Estu Suroyo, Kepala SMP Negeri 6 Balikpapan, kemarin. Dia mengatakan, mesjid sekolah ‘’At-Tawwab” sudah ada cukup lama, malah sejak sekolah ini berdiri namun belum seperti sekarang ini, karena jumlah siswa yang ada di SMP Negeri 6 cukup banyak sehingga ruang mesjid kami tata kembali selain mampu memuat sekitar 600 siswa baik dilantai satu maupun dilantai dua, artistic ruang ibadah ini menjadi lebih indah karena bagian dalam dindingnya sudah dilapisi tegel sehingga ketika siswa bersandar didinding pasti bajunya tidak akan kotor. Ditanya biaya renovasi ruang ibadah, Estu mengatakan sebesar Rp. 26 juta, dana itu dari sumbangan para guru dan ada bantuan dari siswa yang mereka kumpulkan saat solad jumat disamping ada bantuan langsung dari orang tua murid tanpa ada permintaan dari pihak sekolah, rupanya anak menceritakan kepada orang tua mereka kalau SMP Negeri 6 sedang merehabilitasi ruang ibadah dan orang tuanya ikut menyumbang tanpa ada permintaan resmi pihak sekolah. SMP Negeri 6 terlihat sangat asri, lingkungan yang ditata sangat indah dan hijau membuat siswa kerasan belajar disekolah ini, tidak hanya belajar diruang belajar tapi ada semacam kanopi diluar kelas sehingga siswa ketika istirahat lebih senang belajar dialam terbuka melalui kanopi yang dibangun. ‘’Anak-anak senang belajar ditempat ini, karena terbuka dan mereka bias lesehan sambil diskusi dan ini kami harapkan agar mereka bias belajar dengan santai melalui kanopi ini,” ujar Estu sambil menunjukkan kanopi yang ada disamping ruang guru. Ditanya aktifitas siswa kelas 1 saat hari pertama belajar, Estu mengatakan SMP Negeri 6 menghindarkan diri dari istilah pelonco, kami lakukan langkah-langkah pengenalan siswa dengan siswa termasuk dengan para guru, kegiatan ini lumrah dan biasa dilakukan, dengan cara pengenalan siswa melalui Masa Orientasi Siswa (MOS) memang penting sebelum mereka sibuk dengan belajar secara rutin disekolah. ‘’Kalau mereka sudah saling kenal antar sesame siswa dan dengan guru maka rasa ada batas satu dengan lainnya hilang dan mereka akan merasa ada teman baik teman bermain maupun teman belajar, ini yang ingin kami tanamkan sehingga tidak ada siswa yang merasa lebih kaya dari lainnya tapi semuanya sama,” ujarnya menambahkan. max
|