Perkebunan Rakyat di Kukar Berkembang Pesat2011-07-26 04:49:08
TENGGARONG, Program pengentasan kemiskinan melalui sektor pertanian khususnya perkebunan yang dilakukan Pemkab Kutai Kartanegara menunjukan kemajuan, yang dibuktikan dengan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar perusahaan melalui penyediaan lapangan kerja. Komitmen perusahaan-perusahaan perkebunan terutama perkebunan kelapa sawit untuk ikut mensejahterakan masyarakat sekitar dengan pembukaan kebun plasma sistem kemitraan juga sangat membantu pemerintah dalam mengatasi kemiskinan. Satu hal yang juga tidak kalah penting adalah berkembang pesatnya Perkebunan Rakyat, baik yang diprogramkan melalui Perkebunan Inti Rakyat (PIR) melalui pembiayaan APBN maupun melalui pembiayaan APBD serta wadaya masyarakat. Menurut Kepala Dinas Perkebunan Kukar, H Marli, komoditi yang dikembangkan melalui Perkebunan Rakyat adalah kelapa sawit dan karet, termasuk lada yang sudah dikembangkan sejak beberapa tahun silam, yang sentranya di Kecamatan Loa Janan. Marli menjelaskan, berdasarkan data terakhir (data tahun 2010, red), luasan lahan Perkebunan Rakyat untuk komoditi kelapa sawit sudah 14.217 hektare, sedangkan untuk perkebunan karet 9061 hektare. Data tersebut merupakan program yang dilaksanakan melalui pembiayaan APBD dan swadaya masyarakat, tidak termasuk program PIR yang dibiayai APBN. Pertumbuhan Perkebunan rakyat tersebut terjadi hampir di seluruh kecamatan, namun yang terbesar ada di wilayah Kecamatan Kota Bangun, Sebulu dan hampir semua kecamatan wilayah pesisir. "Pertumbuhan Perkebunan Rakyat ini sangat pesat, bahkan 'booming' menurut saya. Dan mengingat potensi lahan kita masih sangat luas, kita berharap pertumbuhan Perkebunan Rakyat ini terus berkembang," kata Marli kepada Poskota Kaltim, Senin (25/7). Menjamurnya Perkebunan Rakyat menunjukan besarnya kemauan masyarakat untuk memanfaatkan potensi lahan yang tersedia dan diharapkan, Perkebunan Rakyat tersebut dapat membantu mempercepat pencapaian tujuan dari program ekonomim kerakyatan yang termuat dalam program Gerbang Raja melalui sektor pertanian khususnya perkebunan. Sementara terkait dengan kebun plasma yang sudah menjadi kewajiban perusahaan, menurut Marli, untuk perkebunan kelapa sawit saat ini yang terdata adalah 14 ribu hektare dan diperkirakan angka tersebut akan naik menjadi 16 ribu hektare setelah lebaran mendatang. "Saat ini ada 14 ribu hektare kebun plasma dan angka itu akan terus bertambah. Kita perkirakan setelah lebaran nanti bisa naik menjadi 16 ribu hektare," terang Marli. Ditegaskan Marli, angka tersebut merupakan data valid berdasarkan SK yang dikeluarkan terhadap kebun plasma dimaksud. "Angka yang kita sampaikan bukan merupakan data laporan semata, tapi berdasarkan data yang sudah ada SK nya. Untuk data yang belum di SK kan belum berani kita informasikan," ujar Marli. yd
|