Rehabilitasi Pembangunan Irigasi untuk 1.300 Hektare Sawah

Dikerjakan Melalui Padat Karya

2011-07-29  19:03:19

 

MENINGKATKAN produksi merupakan tugas utama Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Distan) sebagai instansi yang bersentuhan langsung dengan kegiatan petani. Peran Distan sangat penting, khususnya dalam rangka pembinaan, baik dalam hal peningkatan sumberdaya petani maupun sistem pertanian tanaman pangan berteknologi, sehingga terjadinya peningkatan produksi. Semua itu harus didukung sarana dan prasarana penunjang untuk mendukung tercapainya produksi yang labih tinggi.Salah satu upaya yang dilakukan dalam meningkatkan produksi adalah dengan penyediaan sarana berupa irigasi. Dalam program penyediaan dan pengembangan sarana dan prasarana pertanian untuk pengelolaan irigasi, pada anggaran tahun 2011 ini Distan membangun dan merehabilitasi saluran irigasi untuk 1.300 hektare lahan sawah.Kepala Bidang Pengembangan Lahan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kukar, Sugiarto mengatakan, rehabilitasi pembangunan irigasi kelompok tani dan rehabilitasi irigasi desa tersebut dilaksanakan di 10 kecamatan dan terbanyak di wilayah tengah dan pesisir.Menurut Sugiarto, untuk saat ini kegiatan tersebut sudah terealisasi sekitar 50 persen dan dipastikan akan terealisasi 100 persen sebelum akhir tahun.Untuk kegiatan ini dibiayai melalui APBN dalam bentuk bantuan sosial (bansos), dimana dananya dimasukan langsung ke rekening kelompok tani bersangkutan. Selanjutnya pengerjaan kegiatan dilakukan sendiri oleh petani dengan pola padat karya. Pola ini diakui cukup efisien karena petani akan mengerjakannya dengan memanfaatkan dana semaksimal mungkin dan yang lebih penting adalah kualitas pekerjaan akan lebih baik. Cara ini juga akan menimbulkan rasa memiliki oleh petani terhadap sarana yang mereka kerjakan sendiri tersebut.Namun demikian, sekalipun semua diserahkan kepada kelompok tani, tapi pertanggungjawaban tetap ada pada dinas, sehingga pihak dinas harus selalu melakukan pendampingan guna mengawasi pelaksanaan kegiatan. Pengawasan itu juga dibutuhkan sebagai bahan bagi dinas dalam pencairan dana yang sudah masuk rekening petani.Pasalnya, sekalipun dana pembanguna irigasi tersebut sudah masuk dalam rekening kelompok tani, namun untuk pencairannya harus melalui rekomendasi Kepala Distan selaku penanggung jawab. Pihak Distan sendiri akan melakukan pengecekan fisik sebelum memberikan tekomendasi pencairan, karena pencairan diberikan sesuai fisik yang dikerjakan. Dalam hal ini kelompok tani bisa mencairkan dalam dua tahap. Yang jelas, rekomendasi pencairan hanya diberikan jika fisik sudah dikerjakan. Kalau fisiknya 50 persen, maka akan dibayar 50 persen. Untuk pencairan dimaksud, Sugiarto mengatakan pada dasarnya pihak dinas menginginkan fisik bisa dikerjakan 100 persen dulu baru dicairkan, agar pemberian rekomendasi dilakukan hanya satu kali. Untuk pembiayaan pembangunan irigasi ini, tiap satu hektare sawah biayanya Rp 1 juta. Namun dalam program ini, yang menjadi sasaran adalah jumlah atau luasan lahan yang menerima manfaat dan dalam satu kawasan kelompok tani, penerima manfaat  akan tergantung dari kondisi lahan. Selain pola ini, dimana dana dimasukan ke rekening kelompok tani dan petani mendapat upah dari pekerjaan yang dilakukan,  pembangunan irigasi juga dilakukan dengan pola lain, dimana kelompok tani hanya mengerjakan sedangkan alat atau barangnya disediakan dinas. Kegiatan ini dilakukan pada pembangunan irigasi yang menggunakan cor semen berbentuk pipa besar seperti pembuatan gorong-gorong. Pola tersebut memang diakui kurang menguntungkan petani, karena pekerjaan yang mereka lakukan tidak mendapat upah, tapi hanya mendapat bantuan alat yang dibutuhkan.

Terkait keyakinan akan terealisasi 100 persen program pembangunan irigasi ini, Sugiarto mengatakan pihaknya mengatur waktu yang tepat bagi petani, yakni memilih waktu sela antar masa tanam sehingga petani bisa fokus pada pekerjaan irigasi yang dibangun tanpa mengganggu aktivitas pemeliharaan tanaman padi mereka.

Maksudnya, petani bisa mengerjakan pembangunan irigasinya pasca panen dan sebelum masa tanam berikutnya. Keyakinan realisasi 100 persen itu juga mengingat pekerjaan yang tidak terlalu sulit dan administasi yang tidak berbelit. Berbeda dengan pengerjaan pembukaan lahan baru atau percetakan sawah yang butuh waktu lama.

Diharapkan, dengan program irigasi ini pengairan sawah dapat terbantu dan akan menjadi penunjang upaya peningkatan produksi padi di Kukar. Tentunya itu akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat petani sebagaimana diinginkan dalam grand strategi Gerbang Raja. (adv)

 

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1232 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...