Ada Rumah Warga Nyaris Tertimbun

2011-08-03  07:50:47

SAMARINDA, Meski hasil sidak Menteri Lingkungan Hidup beberapa waktu lalu telah meminta kepada Walikota Samarinda untuk menghentikan aktivitas tambang CV 77, namun ternyata perusahaan tersebut masih beroperasi.
Bahkan dampak dari pengoperasian perusahaan tersebut telah menyengsarakan masyarakat Lempake. Ironisnya, para penduduk enggan komplain karena pihak perusahaan selalu menggunakan orang ketiga untuk menekan warga.
Meski kenyataanya banyak masyarakat yang menderita akibat pengoperasian tambang di sekitar Lempake itu, salah satunya keluarga besar Menduka. Rumah yang menjadi istananya selama 4 tahun belakangan ini nyaris tenggelam akibat tanah galian yang dibuang disekitar rumahnya.
Rumah 2 lantai yang dibuatnya saat ini nyaris tertimbung buangan lumpur perusahaan batu bara yang beroperasi tidak jauh dari pemukimannya. Perusahaan berdalih bahwa lumpur dan tanah yang dibuang di sekitar rumah medukan adalah untuk kepentingan developer perumahan .
“Kami sudah mencoba meminta pertanggung jawaban dari kedua perusahaan namun sayangnya baik developer maupun perusahaan tambang ternyata saling lempar tanggung jawab,” kata Menduka.
Akibat timbunan itu kini rumah medukan dan beberapa rumah lainya nyaris tenggelam, timbunan ini juga menyebabkan rusaknya daerah resapan air dikawasan itu dan membuat beberapa tempat di kawasan itu kerap menjadi genangan air .
Rusaknya daerah resapan air membuat air yang menggenangi rumah mendukan tidak turun-turun bahkan terus meninggi, akibat genangan air ini pula membuat mendukan terpaksa menggunakan seluruh ruangan di lantai dua untuk menumpuk barang barang miliknya.
Akibatnya ruang tamu rumahnya pun sudah berubah fungsi menjadi ruang penumpukan barang-barang sejak bulan februari lalu.
Medukan tidak mengetahui harus berbuat apa-apa lagi akibat musibah yang dialaminnya, beberapa upaya sudah dilakukan namun semuanya selalu gagal karena tidak ada kejelasan dari masing-masing pihak.
Selain rumah Medukan genangan air juga menyebabkan warga di sekitar perusahaan tambang batu bara milik CV 77 bergejolak, puluhan warga sekitar tambang melakukan aksi penutupan lahan tambang beberapa waktu lalu.
Warga menuding akibat pengoperasian tambang lingkungan disekitar kawasan rumah mereka menjadi rusak dan kerap menjadikan banjir.
Dalam aksinya warga yang mayoritas ibu-ibu ini membawa tulisan yang menginginkan tambang ini ditutup dan menbawa kayu ulin yang akan digunakan untuk menutup pintu masuk lokasi tambang.
Pengoperasian tambang batu bara dilingkungan padat penduduk juga membuat khawatir warga , pasalnya kolam-kolam yang ditinggalkan mengancam para anak-anak yang bermain dilokasi tambang, karena areal bermain mereka kini telah berubah fungsi menjadi tambang batu bara.
Apalagi sebelumnya ada 3 bocah yang tewas tenggelam di kolam penampungan air ditambang batu bara .
warga mengaku berbagai upaya telah dilakukan untuk meminta pertanggung jawaban dari perusahaan, termasuk meminta perusahaan untuk memperbaiki lingkungan sekitar yang sudah rusak, namun belum ad alangkah kongkrit yang dilakukan perusahaan untuk memperbaiki lingkungan.
“Kami sudah berulang kali melakukan pertemuan namun hasilnya selalu sama, pihak perusahaan selalu berjanji dan berjanji,” katanya.
Sementara itu areal yang ditambang semula merupakan tanah kaveling yang akan dibangun perumahan,  namun karena mengandung batu bara lahan tersebut akhirnya ditambang. M4n

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1232 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...