IPM Kaltim Peringkat 5 Nasional

Lampaui Rata-Rata Nasional 71,4 Persen

2011-08-03

SAMARINDA, Gubernur Kaltim H Awang Fareok Ishak mengatakan, berdasarkan data  keberhasilan pembangunan yang terima  dari Mendiknas,  hingga saat ini IPM  (Indek Pembangunan Manusia) Kaltim berada di peringkat ke 5 nasional, setelah DKI Jakarta, Sulut, Riau dan DI Yogjakarta. Hal  ini mengindikasikan bahwa Kaltim telah terjadi perbaikan yang cukup bermakna di bidang kesehatan, pendidikan dan peningkatan kesejahteraan.
"Oleh karena itu apa yang telah saya kerjakan bersama dengan wakil Gubernur Kaltim  bersama seluruh SKPD dilingkungan pemprov Kaltim, selama kurun waktu dua tahun setengah, bisa dilihat dalam angka, seperti untuk IPM Kaltim menduduki peringkat 5 Nasional dengan angka 75,1persen , pedahal rata-rata nasional hanya 71,4 persen. Dan
untuk Kaltim sendiri  ada 4 kota yang IPMnya bagus yaitu Kota Balikpapan (77,9 persen), Kota Samarinda (76,7 persen), Kota Bontang (76,5 persen),Kota Tarakan (76,4 persen), sementara daerah yang paling rendah adalah Kabupaten Tanah Tidung (1,1 persen), "jelas Awang Faroek Ishak kepada media Selasa (2/8)
Untuk angka harapan hidup Provinsi Kaltim berada pada peringkat 7 nasional, dengan angka 71,0 persen, untuk rata-rata nasional 68,6 persen, peringkat Kaltim berada dibawah Jogyakjarta, DKI Jakarta, Sulut, Jateng, Riau, dan Kalteng, untuk di Kaltim yang paling bagus angka harapan hidupnya adalah Kabupaten Paser  dan Bulungan dengan angka (72,7 persen), KTT (76,6 persen), Bontang (72,3 persen), Balikpapan (72 persen).   
"Namun demikian,  hingga kini masih terdapat sejumlah masalah kesehatan yang dirasakan oleh masyarakat, yang disebkan oleh keterbatasan di bidang  prasarana dan sarana  kesehatan, dan hal itu tentunya pemprov Kaltim bersama dengan kabupaten dan kota terus berupaya dalam peningkatan bidang kesehatan begitu juga dengan pembangunan sarana kesehatan serta peningkatan SDM bidang kesehatan dan bidang lainnya,"jelas Awang.
Awang Faroek  menambahkan, selama ini pembangunan dibidang kesehatan di Kaltim  telah mencapai sejumlah prestasi, namun demikian sejumlah masalah dan kendala juga dirasakan dan akan menjadi tantangan tidak kecil dimasa depan, antara lain meningkatnya angka kematian balita, prevalensi gizi kurang/buruk, kemudian tingginya angka kesakitan penduduk yang menderita penyakit menular, sulitnya kondisi geografis yang mempengaruhi terbatasnya jangkauan  pelayanan dan tidak meratanya penyebaran tenaga kesehatan.
"Oleh karena itu, kedepan tentu diharapkan program-program yang dilakukan oleh dinas maupun badan yang bersangkutan, kiranya bisa   membantu pemerintah   dalam mengatasi berbagai kendala tersebut, khususnya dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat, sehingga program mewujudkan Kaltim Sehat 2013 dengan meningkatnya tenaga kesehatan yang handal dan profesional,"kata Awang.mar

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1232 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...