Lulusan Kehutanan Unmul Masih DibutuhkanBeralih ke Hutan Tanaman Industri Tinggalkan Alam
2011-08-04 03:37:07
SAMARINDA,Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan bahwa lulusan kehutanan saat ini masih diperlukan. Sebab, masyarakat diimbau harus berpikir untuk bekerja dan memanfaatkan hutan tanaman industri, dan diharapkan dapat meninggalkan hutan alam. Memang, lanjutnya, meski beberapa tahun sebelumnya Fakultas Kehutanan Unmul merupakan primadona bagi para calon mahasiswa di Kaltim yang ingin melanjutkan pendidikannya di Unmul. Tapi, hingga kini kuota mahasiswa yang mendaftar tersebut terus berkurang. Kemudian dari itu, lanjutnya, mengenai program studi yang dianggap tidak cocok. Ia mengatakan tidak sepenuhnya benar. Misalnya, Fakultas Kehutanan. Di mana, yang harus disadari adalah bahwa Fakultas Kehutanan pola ilmiah pokoknya Unmul, yakni hutan tropika. Dan itu harus betul-betul dijaga. “Jika berbicara kehutanan, maka kita sekarang jangan mengandalkan Hutan Alam. Sebab, kita harus berani beralih ke Hutan Tanaman Industri. Jadi, harapannya disampaikan kepada masyarakat, bahwa lulusan kehutanan itu masih diperlukan,” tegasnya baru-baru ini. Menurutnya, saat ini masyarakat masih berpikirnya bahwa jika lulus kehutanan tidak bisa kerja di perusahaan kayu yang kini tutup. Mengapa demikian, lanjut dia, karena masyarakat masih berpikir mengandalkan hutan alam. Namun demikian, Gubernur mengaku tidak ingin mendikte hal itu, mengapa kondisi tersebut dapat dialami Fakultas Kehutanan Unmul sehingga harus berkurang peminatnya. “Yang jelas saya tidak pernah mengatakan untuk mendikte Unmul. Biar mereka menentukan sendiri. Namun demikian, yang saya katakan kepada mereka adalah, Unmul perlu perencanaan ketenagakerjaan,” ujarnya. Menurutnya, Unmul Kaltim merupakan bagian dari sub sistem pembangunan daerah. Oleh karena itu, Unmul diharapkan dapat bersama-sama Gubernur di Pemprov Kaltim untuk mencanangkan itu. “Ya, itulah yang saya harapkan. Mudah-mudahan ke depan dapat terjalin kerjasamanya yang fight antara Unmul dengan Pemerintah Provinsi,” jelasnya. Lebih lanjut, jika memang masyarakat berpikirnya dapat memanfaatkan hutan tanaman industri, maka selamatlah Fakultas Kehutanan Unmul ke depannya. Sebab, hutan tanaman industri ini, lanjutnya, diprogramkan untuk jangka panjang. “Jadi, terbukti saat ini Kaltim bukan hanya menghasilkan tanaman kelapa sawit, tapi juga ke depan menghasilkan dari hutan tanaman industri. Karenanya, saya bercita-cita kita dapat bersaing dengan Riau. Sebab, Riau yang paling besar penghasil Pub and Faver, karena dia memiliki lahan seluas 900 ribu hektar. Mudah-mudahan kita dapat mewujudkannya,” pungkasnya.mar
|