BPOM tak Temukan Zat Pewarna Jajanan di Pasar Ramadhan2011-08-06 06:22:45
SAMARINDA,Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Samarinda tidak menemukan penggunaan zat pewarna berbahaya pada jajajanan yang diperjual belikan di pasar Ramadhan si Kota Samarinda. Pengambilan Sample yang dilakukan belum lama ini tidak menemukan adanya indikasi penggunaan zat perwarna berbahaya, hal ini berdasarkan pengujian dilaboratorium berjalan yang dilakukan BPOM kota Samarinda. Pada Razia, Rabu (3/8) lalu berdasarkan puluhan sample yang berhasil diambil ternyata tidak ditemukan adanya zat perwarna berbahaya yang digunakan. “Ini bukti bahwa pedagang kita sudah paham dan mengerti sehingga tidak lagi menggunakan zat pewarna terstil atau zat pewarna berbahaya lainnya, mereka kini sudah menggunakan zat pewarna khusus untuk pembuatan kueh,” kata Danang, petugas Laboratorium Balai POM Samarinda. Dalam operasi yang dilakukan serempak di sejumlah pasar ramadhan petugas melakukan pengambilan sample terhadap makanan yang dicurigai mengandung zat pewarna, beberapa makanan yang diambil sample adalah agar-agar, es buah, dan beberapa sample makanan yang lainya. Makanan yang diambil sample langsung dlakukan uji laboratorium di atas laboratorium berjalan BPOM, sehingga jika ditemukan ada temuan pihak BPOM bisa langsung melakukan upaya-upaya pencegahan makanan itu beredar dimasyarakat. Dalam operasi ini petugas tidak menemukan adanya makanan yang mengandung zat pewarna testildi pasar ramadhan yang ada dis amarinda, namun petugas akan kembali melakukan penelitian terkait kandungan borak dan formalin di beberapa makanan yang telah diambil sample. “Khusus untuk pengujian kandungan borak dan formalin BPOM masih akan meneliti sample yang ada di kantor BPOM, peralatan yang ada di laboratorium mobil lapangan belum mampu melakukan penelitian Borak dan Formalin,” kata Danang. Sementara itu Juru Bicara Petugas BPOM Kota Samarinda Jumiati yang ditemui Poskota Kaltim di tempat terpisah mengingatkan agar masyarakat Samarinda lebih memperhatikan produk yang dibelinya baik itu di toko-toko maupun swalayan mengingat banyaknya informasi barang kadaluarsa yang diperdagangkan saat ini. Sampai saat ini pihak BPOM terus melakukan pengawasan, namun ia meminta agar masyarakat kota Samarinda bisa membantu dalam hal pengawasan. “Masyarakat bisa langsung melaporkan temuannya ke BPOM dan kami akan segera melakukan penindakan dengan cara menarik semua produk yang kadaluarsa yang jadi temuan warga,” kata Jumiati. Disinggung upaya yang dilakukan BPOM Jumiati mengaku pihaknya terus melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap beberapa swalayan dan supermarket yang ada di Samarinda. Mengenai rencana untuk melakukan gerakan atau rajia , Jumiati mengaku belum akan dilakukan. “kita masih memprogramkan hal ini, mungkin minggu kedua ramadhan,” katanya. M4n
|