Persisam Tolak Pelebuhan Klub LPI

2011-08-12  07:25:21

SAMARINDA, General Meneger Persisam Putra Samarinda menolak rencana peleburan klub Liga Primier Indonesia (LPI) ikut berkiprah dalam kompetisi sepak bola profesional, karena mereka bukan merupakan anggota klub PSSI yang disahkan berdasarkan statuta PSSI.
"Kalau tetap dipaksakan akan menjadi bumerang bagi PSSI sendiri, karena sudah pasti akan ada gejolak terutama dari klub divisi Utama dan divisi I yang sudah lama berjuang untuk bisa tampil di liga profesional," terang Harbiansyah Hanafiah di Samarinda, Kamis (11/9).
Pernyataan tegas Harbiansyah itu menyikapi surat edaran PSSI kepada klub sepak bola tentang jadwal asistensi yang ikut mencantumkan klub LPI dalam deretan klub yang bakal diasistensi berkiprah di kompetisi nasional.
"Masih masuk akal kalau klub LPI diporsikan sebagai klub cadangan, dalam kondisi "emergency" bila tidak ada klub divisi Utama atau Divisi  I yang memenuhi kriteria untuk mengikuti liga profesional, baru mereka bisa dimasukan, dengan catatan memang  sudah tidak ada lagi  klub di bawah yang menjadi anggota PSSI bisa memenuhi persyaratan," jelas Harbiansyah.
Menurut Harbiasnyah, meksi telah ada terobosan baru dari PSSI yang akan membentuk kompetisi baru di musim mendatang, namun bukan berarti memberikan ruang kepada klub LPI untuk bisa berkompetisi secara "instan". Mereka harus melalui proses terlebih dahulu seperti layaknya jenjang kompetisi yang telah ditetapkan dalam statusa PSSI.
Harbiansyah juga mengkritisi, kewajiban menyetor deposito Rp 5 Miliar bagi klub yang akan berkompetisi di level satu pada saat asistensi dilakukan, karena dia menganggap masih ada aspek lain yang harusnya didulukan dibandingkan kewajiban menyetor dana.
"Ada lima aspek klub profesional yang telah ditetapkan oleh PSSI diantaranya aspek legal, keuangan, infrastruktur, SDM dan aspek sporting, Kalau mereka sudah menyetorkan dana sementara mereka tidak memenuhi aspek lainnya, kan jadinya aneh kalau mereka pada akhirnya tidak bisa ikut berkompetisi, justru hal inilah yang harus dihindari," jelah Harbiansyah.
Diakui Harbianysah, hampir semua klub profesional saat ini mengeluhkan soal pendanaan karena sudah tidak bisa lagi menyusu  dana dari APBD Daerah terkait dengan surat edaran Mendagri yang bakal diberlakukan pada tahun 2010 mendatang.
Tentunya ini menjadi problematika semua klub yang seharusnya juga menjadi pemikiran PSSI dalam rangka meracik format baru tentang kompetisi kedepan.
"Dana untuk mencari pemain baru saja susah payah didapatkan, apalagi diperberat dengan kewajiban menyetor Rp5 Miliar dalam waktu yang singkat, jelas tidak mungkin dan memebratakan semau klub," tutur Harbiansyah.at

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1232 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...