Faktor Kemiskinan Penyebab Kematian Ibu 2011-08-19 22:23:42
SAMARINDA, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Dr HM Syafak Hanung mengatakan, kematian ibu di Provinsi Kaltim masih cukup tinggi. Itu disebabkan faktor kemiskinan, dimana setiap tahun diperkirakan ada sekitar 180 ibu meninggal saat hamil dan bersalin, dan sebagain besar disebabkan karena pendaraan (24 persen), infeksi (15 persen), aborsi tidak aman (13 persen), tekanan darah tinggi (12 persen) dan persalinan lama (8 persen). "Namun demikian kemiskinan, keterasingan sosial, pendidikan rendah dan kekearasan terhadap perempuan merupakan faktor kuat yang mendasari kematian ibu, perempuan yang terlalu muda saat hamil, yang telah melahirkan berkali-kali, yang menderita penyakit infeksi seperti TBC, malaria dan HIV/AIDS, dan yang kurang gizi atau anemia merupakan kelompok yang rawan untuk meniggal,"jelas Syafak Hanung kepada Poskota Kaltim belum lama ini. Menurut Syafak, banyak faktor yang menghambat upaya penyelamatan ibu. Faktor medis kematian ibu seperti pendarahan, eklamsi dan infeksi tidak sulit untuk diatasi, tetapi yang menyangkut faktor penyebab non medis, seperti faktor sosial budaya yang kurang mendukung, kemampuan sosial ekonomi yang terbatas, pendidikan yang rendah, yang masih rendah, dan hambatan transportasi, tidaklah mudah untuk diatasi. "Teknologi, kesehatan untuk mengatasi komplikasi kehamilan dan persalinan sebenarnya tidaklah sulit, tetapi yang sulit adalah membuat teknologi dekat dengan masyarakat, terutama masyarakat kita yang tinggal di desa-desa terpencil, pedalaman dengan sarana transportasi yang kurang,"kata Syafak. Ditambahkan, banyak dari kematian ibu sebenarnya dapat dicegah apabila pengetahuan dan sarana kesehatan yang tersedia dimanfaatkan dengan baik, oleh karena itu, upaya meningkatkan cakupan, mutu dan keterjangkauan pelayanan kesehatan ibu di Provinsi Kaltim dilaksanakan secara sinergi dengan upaya pemberdayaan wanita, keluarga dan masyarakat. "Peningkatan cakupan dilakaukan dengan menempatkan bidan didesa, mendirikan pos bersalin desa, dan tim mobil pelayanan keliling, peningkatan mutu dilakukan melalui peningkatan kemampuan bidan, peningkatan Puskesmas maupun Poned dan rumah sakit maupun Ponex, sedangkan peningkatan keterjangkauan dilakukan melalui program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas),"papar Syafak Hanung.mar
|