Perusahaan tak Bayar THR Bisa Dipidana

2011-08-23  04:23:23

SAMARINDA,Sesuai arahan langsung walikota Samarinda agar benar-benar mengawasi soal pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawan swasta dan mengacu Permenaker 04 tahun 1994 tentang THR Keagamaan, terhitung Senin (22/8) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda melakukan inspeksi mendadak dengan mengerahkan 3 tim terjun ke lapangan.
“Pengusaha yang membandel akan diberi pembinaan, dan jika ternyata tidak mengindahkan, maka pengusaha tersebut dapat dipidanakan penjara 2 hingga maksimal 5 tahun atau denda minimal Rp 200 juta hingga Rp 500 juta. Ini sesuai Permenaker 04 tahun 1994 junto UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 185,” ujar Asisten Bidang Hukum dan Pemerintahan H Diwansyah didampingi Kepala Disnaker DR Mugni Baharuddin disela-sela sidak di PT Melapi Timber, PT Kayu Lapis Asli Murni di Loa Buah dan PT Segara Timber dan di kantor PT Segara Timber Jl Gajah Mada, Senin (22/8).
Diwansyah yang juga ketua Tim I Monitoring Pelaksanaan Pembayaran THR tak bosan-bosannya mengingatkan jajaran manajemen perusahaan yang menerima kedatangan tim supaya melaksanakan kewajiban THR H-7 sebelum lebaran.
Tak hanya itu, Diwansyah juga memastikan pembayaran THR dengan melihat Surat Pernyataan kesanggupan perusahaan membayar THR, termasuk jumlah pekerja dan nilai total THR.
Misalnya di PT Segara Timber, seperti tertera dalam surat pernyataan yang diperlihatkan Manajer HRD H Arbain bahwa kesanggupan membayar kepada 614 pekerja dengan nilai Rp 788 juta lebih. Masing-masing menerima sesuai 1 bulan gaji. “Besok (hari ini, red) THR kita serahkan kepada pekerja,” ungkap Arbain.
Berbeda di PT Kayu Lapis Asli Murni (Kalamur), pihaknya melakukan pembayaran saat tim tiba kemarin. “THR kita bayarkan hari ini (kemarin, red). Untuk siang ini pembayaran khusus karyawan di manajemen dan khusus buruh kita bayarkan jam setengah sembilan malam ini (kemarin, red),” ungkap Hrd Personalia PT Kalamur Mursidi Widodo.
PT Kalamur sendiri membayarkan THR kepada 1.349 karyawan dengan total Rp 1.395.101.800 dan PT Melapi Timber kepada 162 karyawan dengan total Rp 199.221.100.
Sementara Mugni menambahkan tim melakukan monitoring pada perusahaan dari 9 sektor usaha secara sampling. “Tim I melakukan monitoring sebanyak 36 perusahaan yang dipilih secara sampling, begitu pula tim II sebanyak 64 perusahaan. Sedang tim III melakukan sampling acak kepada 400 perusahaan. Kita juga menyiapkan posko pemantauan pelaksanaan THR di Disnaker,” ungkap Mugni.john

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim


New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 2405 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...