Jalan Desa Loasakoh Amblas Akibat Erosi Sungai Belayan 2011-08-24 08:18:17
TENGGARONG, Jalan Desa yang menghubungkan Dusun Loasakoh Ilir dan Loasakoh Ulu di Desa Loasakoh Kecamatan Kembang Janggut Kutai Kartanegara terputus akibat amblas sedalam 4 meter. Proses amblas yang terjadi di bawah struktur badan jalan desa ini diprediksi akan terus berlanjut karena tingginya tingkat abrasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Belayan yang diduga sebagai pemicunya. Akibat peristiwa alam yang terjadi menjelang Solat Tarawih dimulai Sabtu (20/8) pekan lalu itu, maka sebuah rumah warga milik Asnawie yang terletak di bantaran Sungai Belayan dan Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) Desa tidak bisa digunakan lagi. Dan kini belasan rumah permanen milik warga setempat terutama di sekitar dekat pusat longsoran atau yang berhadapan dengan jalan yang amblas kini harap-harap cemas. Karena proses pergerakan tanah sehingga terjadi amblas diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Abrasi adalah proses pengikisan tepi sungai atau pantai oleh kekuatan aliran arus maupun gelombang air sungai/laut yang bersifat merusak. Abrasi juga biasa disebut sebagai erosi tepi sungai/pantai. Peristiwa yang termasuk katagori Bencana Alam ini membuat Pemkab Kukar menurunkan tim pemantau ke lapangan Senin (22/8) lalu. Tim dipimpin Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) H Darmansyah terdiri dari unsur Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait seperti sejumlah pejabat Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan dari Dinas Sosial Kukar. Menurut Darmansyah yang juga Sekretaris Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satkorlak PB) Kukar bahwa peninjauan ke lokasi bencana ini dilakukan adalah untuk melihat lebih dekat seberapa parah peristiwa ini terjadi. Kemudian anggota tim menghimpun data terutama yang berkaitan dengan penyebab maupun dampak dari bencana ini sendiri. “Kami juga membawa bantuan sosial dalam bentuk uang dan sembako bagi seorang korban dari bencana ini,” ujarnya. Bantuan tersebut menurutnya uang Rp 1,5 juta dan sembako terdiri dari beras 25 kg, gula 5 kg, mi siap saji se dos dan minyak makan 2 liter. Sementara Kepala Seksi (Kasi) Jalan pada DPU Kukar H Budi Harsono ST MT mengakui amblasnya jalan desa Loasakoh yang dibangun melalui Program Gerbang Dayaku tahun 2005 itu murni akibat bencana alam. “Jadi bukan dilakukan atau rekayasa manusia,” ujarnya sambil diamini dua rekannya yaitu Kasi Pengairan H Edward Syamsu ST dan Kasi Jembatan H Syahril ST. Sementara Asnawie yang rumahnya tidak bisa dihuni lagi karena tanah dasar rumahnya ikut longsor mengatakan, proses amblas yang terjadi usai berbuka puasa itu diawali suara reruntuhan tanah, pohon tumbang dan patahan material jalan beton yang kemudian secara perlahan tanah bersama ruas jalan berangsur-angsur ambrol turun. Bagian terdalam penurunan tanah terjadi di depan rumahnya yakni mencapai 4 meter. Sementara Sekretaris Desa Loasakoh Misran mengatakan peristiwa runtuhnya ruas Jalan Sepakat di RT I Loasakoh sepanjang 100 meter ini mengakibatkan jaringan pipa air bersih milik Perusda Air Minum Tirta Mahakam yang berdiameter 3 inci patah-patah, sedang jaringan listrik masih aman. Memang perbaikan pipa air sudah dilakukan petugas namun hingga hari ini (Senin 22/8 lalu) air belum mengalir. “Mungkin masih ada pipa patah namun belum terdekteksi,” ujarnya. Sementara seorang ibu rumah tangga Fatimah mengaku masih traumatis terlebih proses amblas diduga masih akan berlangsung. “Sehingga anak saya bersama pemuda kampong sambil menunggu sahur siap siaga sepanjang malam jika sewaktu waktu amblasan terjadi,” demikian ujarnya.(hmp6)
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...