Sekitar 2 Hektar Hutan Tahura Terbakar2011-08-24 08:23:59
TENGGARONG, Sekitar 2 hektar Hutan Raya Bukit Soeharto di Km 27 arah Loa Janan menuju Balikpapan, Selasa (23/8) sekitar pukul 10.00 wita terbakar. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.30 wita. ”Dua unit tim pemadam kebakaran dari Samarinda Seberang dibantu mobil pemadam milik PT PAMA Persada diturunkan untuk memadamkan kebakaran tersebut,” kata Kapolres Kukar AKBP I Gusti Kade Budhi Harryarsana melalui Kapolsek Tahura AKP Ervin Suryatna saat ditemui dilokasi kejadian. Menurut Ervin, asal mula terjadinya kebakaran diduga akibat puntung rokok dibuang warga yang beristirahat didekat lokasi kebakaran. ”Mungkin waktu itu ada orang sedang istirahat dipinggir jalan Km 47 sambil merokok. Saat ingin melanjutkan perjalanan, warga tersebut membuang puntung rokoknya sembarangan. Karena musim kemarau, diduga api yang berasal dari rokok tersebut langsung membakar rerumputan kering yang berada dipinggir jalan dan merambat ke hutan,” ungkap dia. Ketika api makin membesar, terangnya, kontan warga yang tinggalnya tak jauh dari lokasi kebakaran langsung menghubungi pihak kepolisian. Kemudian, tambah Ervin, selang beberapa menit, tim pemadam unit pos 25 dan 9 Samarinda Seberang datang dan berusaha memadamkan api. ”Awalnya tim melakukan pemadaman dipinggir jalan poros Tahura–Balikpapan dengan luas sekitar 500 meter. Ketika api diluar padam, tim melanjutkannya kebagian dalam, tapi karena jarak kebakaran yang makin meluas, maka tim berhenti sejenak dan kembali melanjutkan pemadaman dengan cara tradisional saja dikarenakan selang pemadam tak mampu mencapainya, hingga akhirnya api berhasil dipadamkan sekitar 3,5 jam kemudian,” jelasnya. Kebakaran ini merupakan yang kedua kalinya di tahun 2011. Biasanya memang terjadi di bulan Agustus dan September. Namun untuk kasus kebakaran yang pertama terjadi di wilayah Kecamatan Samboja. ”Dengan adanya kejadian ini, diimbau kepada masyarakat yang melakukan arus mudik lebaran agar tidak membuang puntung rokok sembarangan apalagi membakar sampah, kalau ingin beristirahat ke pos polisi saja," kata dia. Sementara itu, Aspiani salah satu petugas pemadam kebakaran mengaku kewalahan saat berusaha memadamkan api di hutan tahura itu. Karena 2 faktor, yakni medan hutan yang sangat sulit ditempuh dan laporan dari pihak kecamatan yang tidak valid. ”Untuk memadamkan api di tahura ini, kami harus merintangi bambu-bambu tajam yang berada didalam hutan, ditambah lagi jalan yang terjal dan juga asap yang diakibatkan dari kebakaran tersebut. Selain itu, kami tidak membawa perlengkapan yang lengkap, karena saat dilaporkan oleh pihak kecamatan, kami diberitahukan kalau yang terbakar adalah rumah, tapi nyatanya saat sampai disini, ternyata hutan. Jadi, kami hanya mampu memadamkan hutan yang terbakar seluas 100 hektare saja,” ujar dia. opi
|