Masjid Al - Khairat Terima Bantuan Rp 50 JutaLima Desa di Muara Badak Dapat Bantuan Ternak dan Pertanian
2011-08-24 08:26:13
TENGGARONG, Rombongan Safari Ramadan Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) yang dipimpin Wakil Bupati Kukar HM Ghufron Yusuf, Jumat (19/8) malam lalu, kembali melanjutkan kegiatan safari dan kali ini di wilayah pesisir atau pantai, untuk melakukan buka puasa serta salat Tarawih bersama warga setempat, di Masjid Al-Khairat Desa Salak Palai, Kecamatan Muara Badak. Dalam kesempatan itu, seperti dengan kecamatan lain, Wabup Ghufron dalam safari Ramadan tersebut menyerahkan berbagai bantuan, baik dari pemerintah maupun dari dinas instansi terkait. Bantuan pertama yang diserahkan Wabup secara simbolis kepada Camat Muara Badak, Sunggono adalah uang tunai Rp 50 juta untuk Masjid Al-Khairat. Selanjutnya, hewan ternak 12 ekor sapi dari Disnakkeswan Kukar, bibit pohon kelapa sawit dari Disbun Kukar, benih padi unggul dan obat penyemprot hama dari Distan Kukar, serta pralatan olahraga diantaranya bola sepak bola, bola voli, baju olahraga dan kelengkapan lainnya dari Dispora Kukar. Bantuan tersebut diberikan kepada 5 desa dari 13 desa yang ada di wilayah Kecamatan Muara Badak diantaranya, Desa Salak Palai, Desa Muara Badak Ulu, Desa Tanjung Limau, Desa Tanah Datar serta Desa Muara Badak Ilir yang di safari Ramadan tahun ini menerima giliran bantuan. Ghufron Yusuf dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat Desa Salak Palai dan khususnya Kecamatan Muara Badak, agar tetap menjaga keharmonisan hubungan antara siapa saja diseluruh wilayah Kabupaten Kukar. “Hal ini sangatlah penting mengingat hanya dengan suasana yang kondusif seluruh pembangunan yang kita rencanakan di Kukar dapat terlaksana dengan baik,” ujar Ghufron yang membacakan sambutan bupati Kukar. Ghufron Yusuf di luar sambutan tertulis bupati menambahkan beberapa hal, yang pertama adalah menyangkut aliran listrik hingga saat ini belum terpasang, untuk menerangi Desa Salak Palai yang berpenduduk 1.650 jiwa ini. “ Memang serba salah, Pemkab Kukar telah menganggarkan di Bappeda dan selanjutnya diserahkan kepada anggota Legislatif pada bagian anggaran (Banggar DPRD Kukar) untuk disetujui, dan ini ibarat buah simalakama anggarannya telah diketok atau disetujui karena pasokan listrik tidak mencukupi, otomatis pemasangan PLN tidak dapat dilakukan,” kata Ghufron yang menerima masukan dan permasalahan yang dihadapi warga Desa Salak Palai selama ini, sebelum berbuka puasa. Permasalahan itu disampaiakan oleh Kapala Desa Salak Palai, Zainuddin yang didampingi Ketua BPD Salak Palai, Arifuddin, dan Kepala Dususun Salak Palai, Haryadi serta masing-masing Ketua Rt dari 9 Rt yang ada di Desa Salak Palai, kepada Wabup Ghufron. Ghufron hanya berharap kepada seluruh warga desa tersebut untuk berusaha dan berdoa, moga-moga pada 2012 nanti pasokan aliran listrik sudah dapat masuk ke Desa Salak Palai. “Untuk mengatasi permasalahan ini, kepada pihak managemen Vico yang juga hadir dalam acara ini, supaya diinfentarisis dan selanjutnya dapat dibantu dalam waktu yang tidak terlalu lama,” harap Ghufron. Sementara Sunggono dalam sambutannya mengatakan, desa ini mungkin berbeda dari sisi Muara Badak yang selama ini diketahui, hal ini memang kami ciptakan supaya ada program yang lebih komferensif untuk kota Muara Badak ini secara utuh. Kalau selama ini ada pandangan atau pendapat dari berbagai elemen, bahwa kecamatan ini adalah penghasil minyak dan gas (mingas) yang luar biasa dengan kontribusinya yang besar kepada Pemkab Kukar. “Namun di tempat ini terlihat sangat jelas bahwa desa ini belum dialiri listrik. Desa Salak Palai adalah termasuk desa tertua yang ada di kecamatan ini, setelah Desa Muara Badak Ulu dan Desa Tanjung Limau. Sebenarnya desa yang berpenduduk 1000 lebih jiwa tersebut dapat maju dan berkembang, seperti juga dengan desa lainnya, karena disebabkan tempat tinggal warganya terpisah-pisah, yakni sebagian tinggal di pegunungan dan di pesisir pantai, sehingga desa ini tertinggal,” jelas Sunggono di hadapan Wabup. (hmp05).
|