Sawit Kalimantan Masa Depan Indonesia2011-09-06 15:38:17
SAMARINDA, Kepala Badan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim HM Yadi Sabian Noor menjelaskan. Dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) untuk Korodor Ekonomi (KE) Kalimantan telah ditetapkan enam kegiatan utama perekonomian nasional diantaranya perkebuan khususnya Kepala Sawit. Karenanya, perkebunan sawit di Kalimantan diyakini akan menjadi masa depan Bangsa Indonesia. “Dalam pengembangan program ekonomi nasional sesuai dengan MP3EI untuk KE Kalimantan telah ditetapkan untuk dikembangkan kegiatan perkebunan khususnya kelapa sawit. Sehingga Kalimantan berpotensi untuk melanjutkan keberhasilan produksi kelapa sawit di Sumatera bahkan akan menjadi masa depan Indonesia,” ujar Kepala Badan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim HM Yadi Sabianoor. Menurutnya, hasil perkebunan di Kalimantan didominasi produksi kelapa sawit dengan kontribusi mencapai 80 persen. Kondisi ini jauh lebih besar dibandingkan hasil produksi perkebunan karet dan kelapa. Bahkan perkebunan kelapa sawit mencapai 53 persen dari total luas areal perkebunan di Kalimantan. Maka, guna mewujudkan program tersebut diperlukan dukungan yang mampu terciptanya pembangunan di sektor ini. Diperlukan regulasi berupa kebijakan pemerintah untuk membantu pemilik lahan dalam meningkatkan hasil kelapa sawit tersebut. Terutama kebijakan tersebut difokuskan pada pemilik lahan skala kecil, sebab mereka menguasai mayoritas lahan tanaman, namun produktivitas mereka jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan korporasi pemilik lahan skala besar. Selain itu, kebijakan berupa inisiatif strategis untuk mendukung pemilik lahan kelapa sawit agar dapat meningtkatkan produktivitasnya terutama melalui pembentukkan Badan Kelapa Sawit, penyediaan dukungan financial bagi pemilik lahan skala kecil dan memperbaiki regulasi dan perencanaan. Termasuk konektivitas atau infrastruktur yang difokuskan pada perbaikan kapasitas pelabuhan kelapa sawit dan pembenahan proses dalam pelabuhan yang terkoneksi di Kalimantan. Selain, perbaikan akses jalan di perkebunan terutama dalam efesiensi waktu transport dari perkebunan menuju miling mempengaruhi produktivitas kepala sawit secara signifikan. “Dalam MP3EI telah dimasukkan kegiatan ekspansi kapasitas dan perbaikan proses di dua pelabuhan utama kelapa sawit di Kalimantan yang diperlukan untuk mengantisipasi pertumbuhan produksi kelapa sawit. Khususnya di Kaltim telah diprioritaskan kegiatan di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy Kutai Timur yang sudah masuk dalam program MP3EI,”papar Yadi Sabian Noor.mar
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...