Arus balik dipelabuhan Tarakan 2011-09-06 15:47:34
Samarinda,Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya arus balik di pelabuhan Tarakan mencapai puncaknya pada Minggu (4/9) kemarin, tercatat sedikitnya 10 ribu penumpang tiba dan berangkat dari pelabuhan Tengkayu Tarakan. Kepala pengamanan pelabuhan KPLP Mans Lumonang mengatakan bahwa puncak arus balik di pelabuhan Tarakan terjadi sejak sabtu dan Minggu, hal ini disebabkan masa liburan yang berakhir minggu (4/9) kemarin. “Karena senin (5/9) para pekerja dan anak sekolah sudah kembali masuk, maka dipastikan puncak arus balik terjadi hari ini, saat ini saja beberapa operator speed boad sudah menyiapkan armada tambahan,” katanya. Ditanya berapa jumlah armada yang siap diberangkatkan Mans mengaku belum menerima laporan, yang pasti jumlah speed boad yang disiapkan cukup untuk mengangkut jumlah pemudik yang akan pulang kedaerahnya. “kemari saat mengangkut arus mudik tidak ada masalah, saat ini kemungkinan besar juga tidak akan ada masalah,” katanya. Sementara itu pemantauan Poskota Kaltim di pelabuhan Tengkayu Ribuan penumpang menumpuk di dermaga pemberangkatan pelabuhan tengkayu dan dermaga kedatangan pelabuhan yang menjadi penghubung kota Tarakan dengan 5 kabupaten yang ada di kawasan utara Kalimantan Timur. Ratusan penumpang ini nantinya akan diberangkatkan menggunakan sekitar 100 speed boad hingga pukul 04.00 wita ke 5 tempat tujuan //
Padatnya penumpang puncak arus balik di pelabuhan tengkayu mulai terlihat sejak sabtu dan minggu pagi, para penumpang terlihat berebut menaiki speed boad yang akan mengantar mereka kedaerah tujuan, selain itu dermaga yang sempit juga membuat para penumpang harus berhati hati menaiki speed boad yang akan membawa mereka karena harus melompati beberapa speed boad yang telah sandar lebih dahulu. Kepadatan penumpang penumpang speed boad juga berimbas pada kapal penumpang kayu pengangkut barang tanjung harapan, para penumpang yang membawa sepeda motor terpaksa menggunakan kapal kayu ini meski waktu perjalanan relatif sangat lama dibanding menggunakan speed boad. Selain arus balik yang keluar dari pelabuhan tengkayu Tarakan, arus kedatangan ke kota Tarakan juga relatif meningkat, ratusan penumpang tiba menggunakan speed boad dari 4 daerah di wilayah utara. Selain keberangkatan domistik pelabuhan Tarakan juga melayani keberangkatan kapal menuju tawau, negara bagian serawak, malaysia, ratusan warga Indonesia dan Malaysia berangkat menggunakan kapal Indomar dari malaysia. Para penumpang umumnya warga negara Indonesia yang berangkat menuju tawau malaysia mengaku menghabuiskan waktu untuk bersilahturahmi di rumah keluarga yang ada di tawau. “Setiap tahun kami selalu mengunjungi keluarga kami yang saat ini telah menjadi warga negara Malaysia,” kata Sofyan PNS asal Bulungan Tanjung Selor. Sofyan yang berangkat bersama 20 orang anggota keluargannya mengaku bahwa kedatangan mereka ke Tawau Kali ini agak berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya hanya silahturahmi, kali ini kami datang karena ada hajatan pernikahan keluarga di Tawau. “Jadi keberangkatan kali ini sedikit lebih banyak dari sebelumnya, karena di sana akan ada acara,” katanya. Sementara itu bagi warga indonesia yang menetap lama dan saat ini menjadi warga negara malaysia momen liburan panjang lebaran juga dimanfaatkan bagi mereka mengunjungi orang tua yang ada di Indonesia, perbedaan warga negara saat ini bukan menjadi penghalang bagi mereka utuk melanjutkan silahturahmi. Suratno warga Tawau Malaysia mengaku tidak ada masalah meski saat ini berbeda warga negara dengan orang tuanya yang menetap di Tarakan. “Perbedaan warga negara bukan penghalang bagi kami untuk terus memupuk silahturahmi, saya sudah sejak kecil hidup di Malaysia meski lahir di Indonesia ,” kata Suratno. Orang tua saya lanjutnya dulunya lama berkerja di Malaysia, namun karena saat ini sudah pensiun maka ia memutuskan kembali ke Indonesia, sementara saya yang saat ini memiliki keluarga baru dan berkerja di Malaysia otomatis menetap di negara tetangga itu. “Saya rasa tidak ada masalah antara Indonesia dengan Malaysia toh kita tetap satu rumpun,” tegas Suratno. Sementara itu berdasarkan pantauaan media ini diatas kapal Indomar banyaknya tenaga kerja Indonesia yang bermasalah di Malaysia membuat petugas imigrasi kota tarakan melakukan rajia kelengkapan administrasi berupa pasport sebelum kapal berpenumpang 120 orang ini berangkat menuju tawau Malaysia. M4n
|