Pengelolaan Zakat Sesuai Visi Kaltim2011-09-06 06:16:27
SAMARINDA, Selain amanat undang-undang, pengelolaan zakat merupakan perintah Allah sekaligus merupakan langkah nyata yang harus ditempuh dalam rangka pengentasan kemiskinan yang selaras dengan visi dan misi pembangunan Kaltim Bangkit 2013. Hal tersebut disampaikan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dalam sambutannya saat sholat I’ed Hari Raya Idul Fitri di Masjid Islamic Center Samarinda, pekan lalu. “Pengentasan kemiskinan merupakan upaya pemerintah dalam penegakan pilar kesejahteraan (prosperity) yang merupakan prinsip dasar kita dalam Membangun Kaltim untuk Semua (East Kalimantan Development for All). Karena besarnya potensi zakat di Kaltim, maka pengelolaan zakat, infaq dan sadaqah harus ditangani secara serius,” kata Awang Faroek Ishak. Menurut dia, Membangun Kaltim untuk Semua berarti pembangunan untuk seluruh lapisan masyarakat baik yang di kota, di desa maupun yang berada di daerah terpencil, terisolir, pedalaman dan perbatasan. Pembangunan dimaksudkan untuk pemerataan, sehingga tidak ada jurang yang lebar antara si kaya dan si miskin. Pembangunan fisik maupun pembangunan mental spiritual dapat berjalan seimbang, guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera lahir dan batin. Dengan pembangunan yang maju pesat, maka Kaltim di masa depan menjadi provinsi yang memegang peranan penting dalam peta perekonomian dan perdagangan. Hal ini dapat diprediksi karena Kaltim masuk ke dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025. Kebijakan yang telah ditetapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dimaksudkan untuk menekan hambatan pembangunan (debottlenecking) dengan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi, sehingga ekonomi akan tumbuh makin tinggi serta lapangan pekerjaan akan semakin terbuka dan kemiskinan akan dapat dikurangi. Untuk tahap awal, secara Nasional Pemerintah akan meluncurkan 17 proyek infrastruktur baru senilai Rp190 triliun untuk kegiatan 2011 - 2014. Setelah tahapan ini selesai akan dilanjutkan dengan tahapan selanjutnya hingga 2025. Total investasi tersebut bersumber dari pendanaan BUMN, swasta nasional, foreign direct investment termasuk APBN. Sementara itu, sejumlah program penting terkait MP3EI di Kaltim diantaranya rencana pembangunan Pabrik Pupuk Kaltim 5 di Bontang yang setidaknya memerlukan pembiayaan Rp7 triliun, pembangunan Pelabuhan Kariangau di Balikpapan melalui kerjasama PT Pelindo dan ditaksir memerlukan pembiayaan tidak kurang dari Rp1,3 triliun. Selain itu, rencana strategis lain dalam bidang ekonomi yang mendapat dukungan Pusat rencana perluasan Terminal Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan untuk terminal kedatangan dan terminal keberangkatan. Dana yang akan dikucurkan untuk mendukung peningkatan terminal bandara dengan 11 garbarata tersebut seluruhnya akan mencapai Rp1,8 triliun. Pemerintah Pusat melalui PLN akan membangun 2 pembangkit listrik masing 2 x 100 MW atau total 400 MW dengan dana masing-masing tidak kurang dari Rp2,4 triliun, sehingga total menjadi sekitar Rp4,8 triliun. Selain itu, Pemerintah juga akan memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan rel kereta api oleh Raz al Khaimah – RMII perusahaan kongsi dari Uni Emirat Arab (UEA) ditambah pembangunan power plant dan smelter yang seluruhnya memerlukan dana tidak kurang dari 5 juta US Dollar. “Karenanya, MP3EI sejalan dengan program kerja Pemerintah Provinsi Kaltim untuk percepatan pembangunan daerah, seiring dengan ditetapkannya Pulau Kalimantan sebagai salah satu dari enam koridor ekonomi nasional yang di dalamnya termasuk Provinsi Kaltim. Maka, secara otomatis seluruh wilayah 14 kabupaten dan kota se-Kaltim akan mengarahkan program pembangunannya sesuai dengan program Nasional tersebut,” jelasnya. Sehubungan dengan itu, Pemerintah Provinsi Kaltim mengharapkan dukungan Kabupaten dan Kota serta semua pihak untuk melakukan langkah cepat dan tepat guna mendukung terwujudnya MP3EI, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan Kaltim ke depan. “Terutama menggerakan iklim investasi yang lebih baik sehingga mampu menyerap masuknya penanaman modal dari dalam negeri maupun asing sebanyak mungkin. Sehubungan dengan apa yang saya kemukakan tersebut, maka marilah kita merapatkan barisan bergandengan tangan membangun Kaltim yang kita cintai ini menuju masyarakat yang maju, sejahtera lahir dan batin,” ajak Awang Faroek Ishak.mar
|