Banjir yang Melanda 7 Desa di NunukanGubernur Instruksikan BLH Nunukan
SAMARINDA, Akibat musibah banjir yang melanda tujuh desa di Nunukan yang disinyalir kiriman banjir dari Malaysia, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyatakan telah menginstruksikan kepada Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Nunukan untuk mencari tahu apakah banjir tersebut akibat kiriman dari Malaysia atau benar-benar banjir dari kabupaten tersebut. “Jadi, saya tunggu laporan dari BLH Nunukan saja dulu. Yang jelas saya sudah instruksikan BLH Nunukan untuk mencari tahu apakah banjir kiriman tersebut berasal dari Malaysia,” ujar Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak kemarin. Menurutnya, saat ini ia belum ingin mengomentari hal itu. Sebab, permasalahan tersebut menyakut antar dua Negara, yakni Malaysia dan Indonesia. Oleh karena itu, gubernur mengaku tidak boleh sembarangan berkomentar soal itu. “Saya sudah meminta BLH Nunukan untuk mengecek kembali apakah asal banjir tersebut dari Malaysia atau bukan. Jadi, saya meminta BLH Nunukan untuk mengecek ke lapangan untuk melaporkan hal tersebut,” timpalnya. Diketahui banjir yang melanda tujuh desa tersebut terdiri dari Desa Tagul, Lubakan, Atap, Tembelenu, Bungkul, Tujung, dan Desa Pagar. Selain itu, banjir yang melanda tujuh desa di Kecamatan Sembakung diketahui juga akibat meluapnya Sungai Sembakung yang berhulu di Wilayah Pengsiangan Malaysia Timur. Banjir terjadi sejak 29 Agustus 2011 lalu, bahkan hingga saat ini air terus bertambah naik.mar
|