Tingkatkan Kemitraan Pemerintah dengan Masyarakat 10:35:29 2011-09-07
TENGGARONG, Kondusifitas sangat dibutuhkan dalam membangun daerah dan itu bisa dicapai jika adanya hubungan harmonis antara pemerintah dengan masyarakat. Untuk itu hubungan kemitraan pemerintah dengan masyarakat perlu ditingkatkan, sehingga segala permasalahan yang muncul dapat dicarikan solusi terbaik baik semua pihak. Berbagai permasalahan baik dibidang hukum, ekonomi, politik hingga pelayanan pemerintahan. Agar lebih efisien dan efektif menangani masalah maka intensitas komunikasi dan koordiansi dalam bentuk dialog diantara tokoh formal maupun informal dilakukan melalui ajang silaturahmi pimpinan wilayah dengan mitranya yaitu elemen masyarakat. Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kukar, Selasa (6/9) di Pendopo Odah Etam Tenggarong menggelar silaturahmi antara Bupati Rita Widyasari dan Wakilnya HM Ghufron Yusuf serta unsur pimpinan daerah lainnya dengan sejumlah tokoh masyarakat se Kukar. Dalam pertemuan itu selain Bupati dan Wakilnya juga hadir Ketua DPRD H Awang Yakub, Komandan kodim 0906 Tenggarong Letkol Inf Dendy Suryadi, Kapolres Kukar, AKBP I Gusti Kade Budi Haryarsana, Kepala Kejaksaan Fahruddin Siregar dan Ketua Pengadilan Asikin Azis. Sementara tokoh informal dari kalangan elemen masyarakat se Kukar terdiri para Ketua Paguyuban Etnis Nusantara, tokoh ormas pemuda, mahasiswa dan aktivis. Kemudian hadir pula Camat, tokoh Agama dan Adat serta dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lainnya . Kepala Badan Kesbangpolinmas H Darmansyah mengatakan, pertemuan antar pimpinan kabupaten dengan tokoh dari berbagai elemen masyarakat di Kukar ini sebagai upaya pihaknya untuk memperteguh rasa kesatuan dan persatuan diantara anak bangsa di wilayah ini, sekaligus sarana berhalal bi halal 1 Syawal 1432 Hijrah. Diharapkan melalui pertemuan ini akan semakin terjalin komunikasi antar stake holder masyarakat disamping meningkatkan kemitraan pemerintah dengan para tokoh masyarakat. Juga sebagai media memberikan pemahaman terhadap situasi dan kondisi yang berkembang di Kukar saat ini. Sementara Bupati Rita Widyasari mengatakan, Indonesia saat ini rentan terhadap gangguan rasa persatuan dan kesatuan akibat menguatnya semangat primordialisme yang sempit dan berlebihan. “Namun kita patut bersyukur semangat itu tidak begitu menonjol, padahal beragam etnis yang datang dari segenap penjuru Indonesia ada di Kukar,” katanya. Namun demikian, Rita Widyasari mengharapkan segenap elemen masyarakat melalui tokoh-tokohnya terus melakukan upaya persatuan dan kesatuan melalui komunikasi dan koordinasi yang intensif. Menurutnya, keberagaman etnis menjadi sesuatu yang unik sehingga harus selalu dijaga dan dikelola secara bersama diantara stake holder di dalam masyarakat kita. Dikatakan, Pemkab Kukar berusaha agar kondisi tertib ini tetap terjamin dengan melaksanakan kebijakan yaitu Rakyat Harus Sejahtera yang diimplementasikan melalui program Gerakan Pengembangan Rakyat Sejahtera (Gerbangraja). Program tersebut diantaranya adalah Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), Kredit tanpa bunga dan agunan, Bantuan Sosial Pembangunan Rumah. Kemudian dicanangkan setiap guru mendapat komputer laptop dan santunan sosial bagi warga tidak mampu. Menurut Bupati, semua kemudahan dan jaminan itu agar warga bisa berpartisipasi dalam membangun dan menjaga kondusifitas daerah ini. yd
|