Anggota Satpol PP Bunuh Diri Melompat dari Jembatan Mahkota II
2011-09-07 10:44:11
SAMARINDA, Anggota Satpol PP Kota Samarinda mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri dengan melompat dari atas Jembatan Mahkota II. Korban yang diketahui masih menjadi anggota Satpol PP tersebut diketahui bernama menjadi pilihan Laode Ali Damani (27), warga Jl M Yamin, Samarinda Ulu. Jenazah La Ode Ali Damani ditemukan tewas mengapung di Sungai Mahakam, Selasa (6/9). Dia ditemukan tim SAR sekitar pukul 10.00 WITA, di bawah sebuah ponton yang berada di sekitar jembatan. Kondisinya sangat mengenaskan dengan tubuh membengkak disebabkan tenggelam di Sungai Mahakam selama 2 hari. Kejadian itu mengejutkan rekan kerjanya di Satpol PP Kota Samarinda. Menurut Bapak Angkat La Bia mengatakan, sebelum kejadian korban mengirim SMS ke Handphone untuk minta maaf dan berterima kasih telah menjadi bapak yang sayang, baik selama ini, bapak tolong jaga keluarga dirumah sebab saya akan pergi jauh untuk selamanya. "Melihat SMS tersebut, saya langsung terkecut dan mencari keberadaan anak saya tersebut," kata La Bia, Selasa, saat berada di ruang mayat. Ditempat terpisah, rekan anggota Satpol PP yang juga temannya tidak menyangka Ali Udin nekat berbuat seperti itu. Padahal selama ini terlihat tidak ada masalah di kantor. "Kita tidak ada menyangka dia (Ali Udin) seperti itu," kata anggota Satpol PP Kota Samarinda Gunani, di Kamar Jenazah RSUD Abdul Wahab Syahranie. Menurut Gunani, rekan kerjanya di Satpol PP sempat mempertanyakan ketidakhadiran Ali Udin pada hari Senin (5/9) kemarin. "Seharusnya Senin pagi kemarin dia piket jaga. Tapi akhirnya kita tahu dia melompat dari jembatan hari Minggunya," kata Gunani. Motor milik korban rupanya ditemukan warga di sekitar jembatan. "Motornya ada di sekitar jembatan. Telepon selular dan dompetnya ada di dalam jok motor," ujarnya. Ali Udin dikenal berprestasi di bidang olah raga tinju. Dia adalah peraih medali emas kelas kayang ringan 48 kg pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IV Kalimantan Timur tahun 2010 lalu di Bontang. Ali yang tinggal di Sekretariat Mahasiswa Buton Samarinda di Jl M Yamin, mulai bekerja sejak tahun 2009 di kantor Satpol PP Samarinda. Bagi sesama rekan kerjanya di Satpol PP, Ali Udin dikenal ramah. "Keseharian di kantor ramah, akrab sesama anggota yang lainnya. Kerjanya juga disiplin," kata anggota Provost Satpol PP Samarinda Yamin Wakidi dibenarkan anggota Provost lainnya Safrani. "Dikenal pendiam. Cuma kita tidak tahu kalau mungkin dia ada masalah pribadi. Kalaupun benar, kita tidak berwenang ikut campur," kata Safrani. Keluarga Ali Udin bersama puluhan anggota Satpol PP Kota Samarinda, memenuhi Kamar Mayat RSUD Abdul Wahab Syahranie. Usai menjalani visum, jenazah rencananya langsung dimakamkan di Pekuburan Muslimin di Pelita II Sambutan, Samarinda. Sampai saat ini pihak keluarga dan rekan kantor mereka tidak mengetahui pasti apa penyebab bunuh diri tersebut. Diduga korban mempunyai masalah pribadi yang tidak diketahui keluarga dan teman-temannya. aon
|