16 Sekolah di Bulungan Terancam Disegel2011-09-09 06:34:40
SAMARINDA, 16 sekolah di Kabupaten Bulungan terancam disegel oleh kontraktor menyusul belum diselesaikannya biaya pembangunan maupun rehabilitasi sekolah padahal pekerjaan proyek telah diselesaikan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bulungan, Chaerumuddin membenarkan adanya penyegelan ruang kelas di empat sekolah ini. Bahkan menurutnya, kontraktor akan menyegel ruang kelas dan laboratoium jika pelunasan kegiatan tak segera dilunasi. "Rencananya memang 16 sekolah, tapi sampai hari ini baru ruang kelas di empat sekolah yang sudah disegel," kata Chaerumuddin saat dihubungi dari Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis 8 September 2011. 4 sekolah yang saat ini telah disegel oleh para kontraktor, sejak Selasa kemarin yakni SMPN 1 Tanjung Selor, SMPN 3 Tanjung Palas, SMPN 4 Tanjung Palas, dan SMA 1 Tanjung Selor. Chairuddin mengatakan bahwa penyegelan ini karena pemerintah tak bisa membayar pekerjaan. Menurutnya, ada kesalahan prosedur dalam pemenangan perusahaan yang mengerjakan dari APBD 2007 silam itu. "Tagihannya sekitar Rp14 miliar," katanya. Chaerumuddin mengungkapkan awal terjadinya kesalaan prosedur ini dari dana bantuan dari APBN berupa bloggrand untuk sekolah. Kala itu pemenangan perusahaan kontraktor tanpa melakukan tender atau lelang. Hingga anggaran seluruhnya digunakan, pembangunan dinilai kurang, sehingga dibutuhkan dana pendamping dari APBD. "Dana APBD itu mengikuti dan APBN tadi, jadi tidak melalui lelang," katanya. Ia mengatakan penyegelan yang dilakukan kontraktor tidak mengganggu proses belajar ratusan siswa di sekolah. Karena, jika ada ruangan yang disegel masih bisa menggunakan ruang belajar lain untuk belajar. Begitu pula ada sekolah yang disegel, terpaksa meminjam sekolah dasar yang ada disekitar sekolah. "Kecuali SMP 4 TAnjungt Palas pinjam gedung SD terdekat," katanya. Untuk mengatasi masalah ini, Caherumuddin menyatakan telah meminta kepada pimpinan musyawarah daerah bisa memberikan solusi. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur, Musyahrim mengaku telah mendapatkan laporan adanya penyegelan sekolah itu. Karena ini merupakan urusan daerah, ia hanya meminta Kepala Dinas Pendidikan setempat untuk segera berkoordinasi dengan pimpinan daerah untuk segera menyelesaikan masalah ini. "Intinya kami minta proses belajar mengajar jangan sampai terganggu," katanya, Kamis 8 September 2011. M4n
|