Bocah Ditampar Penjaga Warnet2011-09-12 23:37:32
SAMARINDA, Hanya karena mendapat laporan dari salah satu pelanggannya H (24) dan M (26), penjaga warnet di bilangan Jl Hidayatullah Samarinda nekad menganiaya Gl (10) warga Jl Hidayatullah. Penganiayaan ini bemula dari laporan salah seorang pelanggan di warnet yang mengatakan bahwa Gl kerap memalak anak-anak yang bermain di warnet. H yang tersinggung kemudian memanggil Gl yang saat itu sedang bermain game online. Awalnya Gl tidak merespon dan membantah telah memalak salah satu pelanggan permainan ketangkasan Game online tersebut. Karena kerap membantah, M kemudian melakukan aksi kasar. Bocah yang masih duduk di kelas 6 Sekolah DaSar itu ditempeleng hingga 4 kali dan dipaksa mengaku . Kepada petugas, GL mengatakan bahwa aksi penganiayaan ini bermula ketika petugas warnet mendapatkan laporan dari salah satu pelanggannya yang mengatakan bahwa Gl kerap memalak. "Saya gak pernah minta uang ke orang. Saya main karena dikasih uang oleh mama saya, biasanya kalau gak main saya hanya menonton," kata Gl. Tapi kata dia, mereka membentak dirinya. Bahkan uang Rp100 ribu dan HP yang diberi orang tuanya dikatakan sebagai uang hasil curian. Padahal dirinya tak pernah mencuri. "Saya ditempeleng supaya saya mengaku, setelah itu pengakuan anak yang terus menangis ketika dimintai keterangan polisi ini kemudian direkam menggunakan HP oleh petugas game online lainnya," katannya. Sementara itu M yang awalnya membantah telah melakukan penganiayaan akhirnya mengaku dihadapan petugas. Damun ia membantah melakukan penganiayaan untuk memaksa korban untuk mengaku. "Pemukulan itu dilakukan setelah korban mengaku dan bukan untuk memaksa untuk mengaku," katanya. Namun apapun alasannya aksi pemukulan terhadap anak-anak ini mengundang rasa simpati warga sekitar. "Tidak sepantasnya anak anak dianiaya oleh orang yang sudah dewasa, apapun alasanya hal itu lebih baik dilaporkan keorang tuannya," kata Guntur warga Jl Hidayatulah. Apalagi ini dialami oleh anak-anak warga keturunan yang dikenal saling bersaudara dan memiliki hubungan kekerabatan. Sementara itu hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian kedua belak pihak akhirnya berdamai. Korban yang didampingi oleh orang tuanya akhirnya urung melanjutkan kasus ini dan memilih menempuh jalan perdamaiaan. "Karena korban dan pelaku bersepakat berdamai secara kekeluargaan maka kasusnya tidak dilanjutkan," kata petugas polisi polsek mulawarman.M4n
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...