Komisi II Sidak Proyek Bermasalahn di Muara Jawa2011-09-12 23:54:39
Tenggarong, Komisi II DPRD Kukar, Sabtu(10/9) lalu melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kelurahan Muara Jawa Ilir Kecamatan Muara Jawa, Kukar. Sidak tersebut dilakukan menyusul adanya laporan masyarakat setempat terkait dengan kondisi jalan Tahir yang retak dan rusak karena pengerjaan proyek peningkatan jalan yang diduga asal asalan. Rombongan sidak yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kukar Sang Made Suthama didampingi sejumlah anggota dewan lainnya. Menurut Sang Made, proyek peningkatan Jalan Tahir ini tidak tersedia berem di sisi kanan-kiri jalan. Padahal, berem ini diperlukan untuk pengaman jalan yang tingginya 20 cm. Ini sangat membahayakan apalagi banyak anak bersepeda di sini, terutama pada malam hari. “Idealnya konstruksi jalan sepanjang 381 m, lebar 6 m dan tebal 20 cm itu tersedia berem di kanan-kiri jalan ukuran masing-masing setengah meter.” Katanya. Anggota dewan lainnya, mensoal proyek peningkatan Jalan Tahir yang tidak transparan. Sebab tidak hanya jalan yang kondisinya rusak, namun jalan lain yang pengerjaannya menggunakan dana APBD Kukar"Kita tidak tahu data detail proyek Jalan Tahir ini seperti apa dan progres pembangunannya sama mana. Mestinya, hal itu diekspos atau dipampang datanya sehingga warga sekitar tahu dan bisa ikut mengawasi pekerjaan proyek sampai tuntas. Data proyek bisa dipampang di Kantor Desa," kata Baharudin Demu. Anehnya lagi plang plang proyek yang terpasang di sekitar lokasi tidak banyak memberikan informasi soal detail pembangunan Jalan Tahir tersebut. Plang proyek yang ada sekedar mencantumkan tanggal pekerjaan, nilai anggaran dan kontraktor yang mengerjakan proyek itu. Tokoh masyarakat Muara Jawa Pesisir Supardi mengaku sudah menduga sejak awal bahwa proyek tersebut bermasalah, sebab terkesan tidak transparan.”Sejak proyek dikerjakan sudah kami duga bermasalah, proyek itu tidak memasang plang data proyek untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Belakangan setelah didesak masyarakat, plang proyek pun dipasang setelah beberapa hari kemudian. Warga pun sempat mengecap sebagai proyek siluman lantaran tidak ada plang proyek. “ paparnya. Dia mengatakan kalau baru dua hari dikerjakan saja kondisi jalan tersebut sudah banyak yang rusak. Kami khawatir dalam beberapa bulan ke depan, Jalan Tahir makin rusak parah apabila tidak segera dibenahi. Proyek peningkatan Jalan Thahir ini menelan dana APBD senilai Rp 1,3 miliar. Proyek ini dipercayakan pengerjaannya kepada kontraktor CV Langgeng Dwi Karya. Pekerjaan proyek dilaksanakan selama 120 hari, mulai 20 Mei-23 September 2011. awi/adv
|