Manfaatkan Lahan Eks Demplot Penas KTNA XIIIDistan Siap Bangun Taman Teknologi Pertanian
2011-09-12 00:07:25
DINAS Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kutai Katanegara menyatakan siap membangun eks kawasan gelar teknologi pertanian unggulan saat Penas KTNA XIII lalu menjadi Taman Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (Agrotechnopark), yang akan menjadi pusat bina karya penerapan teknologi pertanian terpadu. Kesiapan itu terkait keingingan Menteri Pertanian serta Gubernur Kaltim agar gelar teknologi pertanian dia kawasan yang terletak di Desa Perjiwa Kecamatan Tenggarong Seberang tersebut tetap dilanjutkan pasca Penas KTNA, sehingga dapat menjadi ikon pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara. Seperti diketahui, Desa Perjiwa merupakan lokasi eks kegiatan Penas KTNA XIII tahun 2011 yang berlangsung di Kukar. Selain pusat kegiatan pembukaan, penutupan serta berbagai acara pertemuan Penas, di desa tersebut terdapat areal kawasan gelar teknologi pertanian unggulan yang dilaksanakan oleh tim pelaksana kegiatan Penas kabupaten, provinsi dan pusat. Areal tersebut lebih kurang 25 hektare yang terdiri dari lahan basah dan kering, dilengkapi pipa paralon sebagai aliran air bersih yang berasal dari sumber air terjun serta fasilitas eks Penas seperti kandang ternak, bak pembibitan ikan/udang, kolam terpal, jalan penghubung serta berbagai jenis tanaman varietas unggul seperti lada perdu, pisang kapas, singkong gajah serta berbagai jenis sayuran. Meskipun kegiatan Penas XIII telah berakhir, dalam kawasan ini diharapkan ada tindak lanjut atau penerapan gelar teknologi pertanian unggulan, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas dalam pengembangan sektorm pertanian sebagai efek multiplayer kegiatan Penas XIII. Selain itu, kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kukar, Sumarlan J SP MP, ke depan kawasan dimaksud diharapkan dapat menjadi media informasi pertanian, media pembelajaran petani, nelayan dan akademisi, pusat kegiatan kaji terap dan gelar teknologi baru maupun kegiatan agribisnis serta sebagai pusat agrowisata. "Dengan kata lain, areal ini menjadi pilot projeck Taman Teknologi Pertanian di Kutai Kartanegara," kata Sumarlan. Agar wacana tersebut dapat segera terealisasi maka perlu dukungan semua pihak, terutama Bupati selaku kepala daerah, DPRD, swasta, perguruan tinggi serta institusi teknis lingkup pertanian dalam rangka membangun Taman Teknologi Pertanian. Terkait sistem pelaksanaannya, menurut Sumarlan ada tiga alternatif pola pengembangan Taman Teknologi Pertanian Perjiwa itu, yakni dapat dengan sistem atau pola kemitraan, sistem sewa serta melalui mekanisme inti plasma. Itu terkait status lahan eks kawasan gelar teknologi pertanian unggulan yang masih merupakan lahan milik warga. Dijelaskan, merujuk hasil gelar teknologi pertanian unggulan saat Penas berlangsung, berbagaim komoditi yang dapat dikembangkan pada lokasi Taman Teknologi Pertanian Perjiwa antara lain pengembangan teknologi budidaya tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan, perikanan dan peternakan. Sedangkan beberapa teknologi terapan yang dapat dipusatkan di lokasi Agrotechnopark Perjiwa tersebut, lanjut Sumarlan, adalah pemanfaatan limbah ternak dan pertanian untuk kompos/sumber pupuk organik, ujicoba penggemukan ternak, kandang kemitraan unggas dan teknologi bio gas ramah lingkungan. Kemudian pola budidaya padi sawah secara intensif, pembibitan tanaman perkebunan dan kehutanan serta buah, industri pasca panen dari olahan buah, jamur tiram dan pusat pembibitan perikanan rakyat, baik udang galah, nila, lele dan ikan mas. (adv)
|