Gunakan Sistem Sanitary Land Fill

Pemkab Sambut Rencana Pembangunan TPA Samboja

2011-09-13  06:45:39

TENGGARONG,Pemkab Kutai Kartanegara menyambut baik dan menyatakan dukungan atas rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kecamatan Samboja.
Beberapa hari lalu dilakukan seminar studi para stakeholder Assessment dan kelayakan TPA sampah di Kecamatan Samboja, yang digagas dan disponsori Total E&P Indonesia  bekerjasama dengan Universitas Mulawarman Samarinda, digelar di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar.
Kegiatan dibuka Ketua Bappeda Totok Heru Subroto, yang mewakili Pemkab Kukar, dihadiri 200 peserta terdiri dari para SKPD terkait, kelurahan dan kades di Kecamatan Samboja, Mahasiswa Unikarta serta perusahaan swasta yang beroperasi di Kukar.
Totok mengatakan, seminar ini penting karena permasalahan sampah tidak hanya terjadi di kota-kota besar maupun kabupaten dan kota saja dan ini memang menjadi satu isu yang stratigis dan sering manjadi permasalahan khususnya TPA.
Menurut Totok, kalau memang TPA dimaksud jadi dibangun, itu diperuntukkan bagi masyarakat Samboja saja. Sedang TPA sampah untuk Kabupaten Kukar telah kita pusatkan di beberapa kecamatan yang difokuskan bagi daerah tertentu yang penduduknya padat.
Totok menambahkan, khusus TPA sampah di Samboja memang harus dibangun kerena kecamatan ini terdapat perusahan beser yakni PT Total E&P Indonesia yang punya inisiatif membantu studinya, dan "Pemkab Kukar menyambutnya dengan baik dan mudah-mudahan kegiatan ini bisa sejalan dengan kebijakan Pemkab yang tertuang dalam kebijakan RPJMD," harapnya.                
Sementara Rochmat Djatmiko dari pihak Total E&P Indonesie  yang mensponsori kegiatan ini menyatakan, Studi Kelayakan TPA sampah di Kecamatan Samboja merupakan bentuk  tanggung jawab pihak Total Indonesia bagi masyarakat sekitar perusahaan (CSR), dan diharapkan agar Pemkab Kukar dapat menindak lanjutinya dengan membangun TPA Sampah dengan sistem Sanitary Land Fill berdasar kajian akademik yang sudah dilakukan.
Dijelaskan, Sanitary Land Fill merupakan metode pengolahan sampah  di TPA, dimana sampah diletakkan pada lokasi cekung, kemudian pada ketebalan tertentu diurug dengan tanah setiap kali pembuangan sampah. Pada bagian atas urugan digunakan lagi untuk menimbun sampah lalu diurug lagi dengan tanah sehingga berbentuk lapisan-lapisan sampah dan tanah. Bagian dasar konstruksi sanitary land fill dibuat lapisan kedap air yang dilengkapi dengan pipa pengumpul dan penyalur air lindi (leachate) yang terbentuk dari proses penguraian sampah organik.
Sementara narasumber seminar, Dr Ir Ndan Imang mengungkapkan, sampah sudah merupakan masalah besar, tidak hanya di Kota Besar tetapi juga di tingkat kecamatan, seiring dengan perkembangan ekonomi dan pertumbuhan penduduk. 
Dikatakan, untuk memecahkan masalah sampah, perlu ada TPA yang tetap menjaga kebersihan lingkungan hidup sekitarnya. Namun kenyataannya, sampai sekarang khususnya di Kaltim belum ada TPA yang dibangun sesuai standar kesehatan lingkungan. "TPA yang ada sekarang masih menggunakan sistem open dumping yang dapat menyebarkan bau busuk, menjadi sarang tikus dan lalat serta vector penyakit lainnya," ungkapnya.
Berdasarkan amanat UU No.18/2008, UU.32/2009, SNI 03-3241-1994, pada akhir tahun 2013, semua TPA di Indonesia sudah harus menggunakan TPA yang ramah lingkungan yaitu sistem Sanitary Land Fill dengan berbagai kriteria yang harus ditaati, seperti lokasi TPA tidak boleh berada dekat sungai atau danau, berjarak minimal 3 Km dari Bandara. Kemudian tidak berada dalam Kawasan Lindung, masa pakai sekitar 10-15 tahun, bebas banjir, minimal 100 m dari sumber air dan sesuai RT/RW.
Disebutkan, studi kelayakan telah dilaksanakan sejak bulan Juni sampai dengan Agustus 2011 melibatkan semua unsur dan tokoh masyarakat serta pemerintah Kecamatan Samboja. Kegiatan studi kelayakan meliputi sosialisasi di tingkat Kecamatan Samboja, Sosialisasi di 21 kelurahan/desa se Kecamatan Samboja, Focus Group Discussion, survei calon lokasi TPA,  dan seminar di tingkat kecamatan.  
Selanjutnya disampaikan, berdasarkan sosialisasi di tingkat kecamatan dan kelurahan, teridentifikasi  calon lokasi TPA, yaitu Sanipah-1, Sanipah-2 (Pos 12), Gunung Pasir, Sungai Seluang (Lampe), Margo Mulyo (Yayasan Samboja Lestari/BOS) dan Karya Merdeka. 
Setelah dilakukan seleksi teknis melalui tiga tahapan yaitu tahap regional, penyisih dan tahap penetapan, maka terpilih 3 calon lokasi TPA Potensial dengan urutan berdasarkan skor yaitu: Margomulyo/BOS dengan skor 517, Karya Merdeka skor 431, dan Sanipah-2/Pos 12 dengan skor 379.
Menanggapi terpilihnya calon lokasi TPA Margo Mulyo yang lokasinya berada dalam kawasan Yayasan Samboja Lestari/BOS, Program Manajer Samboja Lestari/BOS Sugiono menyatakan pihak BOS sangat mendukung jika lokasi ini dapat dijadikan lokasi TPA, karena sangat bersinergi dengan Program BOS untuk membangun sebuah kawasan recycle dan pembuatan pupuk kompos yang dapat digunakan oleh BOS maupun petani di Kecamatan Samboja. yd

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1232 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...