Terkait Pembangunan Taman Teknologi PertanianSKPD Terkait Siap Dukung Distan
2011-09-15 18:35:54
TENGGARONG,Semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berkaitan dengan pertanian dalam arti luas seperti Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Peternakan, Perikanan dan lembaga terkait lainnya menyatakan siap mendukung Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortik terkait rencana pembangunan Taman Teknologi Pertanian. Kesiapan dukungan SKPD terkait tersebut diketahui dalam rapat koordinasi membahas rencana pembangunan Taman Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (Agrotechnopark) di Desa Perjiwa, eks kawasan gelar teknologi pertanian unggulan (display) saat Penas KTNA XIII lalu. Rapat dilakukan di ruang Sekkab, Senin (12/9) lalu. "Pada dasarnya semua SKPD terkait siap mendukung, tinggal teknis pelaksanaannya saja yang masih butuh waktu karena ada beberapa hal yang perlu kesepakatan, terutama antara pemerintah dengan warga pemilik lahan," ungkap Kepala Distan dan Hortik Kukar, Sumarlan J SP MP kepada Poskota Kaltim kemarin. Pasalnya, menurut keterangan Kepala Desa Perjiwa belum ada kesepakatan bulat dari warga pemilik lahan, dimana dari tiga alternatif pola pengembangan Taman Teknologi Pertanian yakni pola kemitraan, sistem sewa serta melalui mekanisme inti plasma, saat ini warga masih berbeda pendapat. Selain itu menurut Sumarlan, masih akan ada kendala terkait rencana pembebasan sekitar 10 hektare lahan di lokasi dimaksud. Pasalnya, dengan kondisi infrastruktur jalan yang sudah bagus yang dibangun menjelang kegiatan Penas KTNA lalu itu, dipastikan warga akan mempertahankan harga yang tinggi. Yang menjadi kekhawatiran, lanjut Sumarlan adalah kemungkinan jauhnya perbedaan antara harga yang dipatok sesuai ketentuan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dengan harga yang ditawarkan warga pemilik lahan. Terlebih menurut informasi yang diterima Poskota Kaltim, warga pemilik lahan dimaksud sebagian besar bukan merupakan warga petani, tapi pengusaha yang bahkan ada dari warga Samarinda. Maka dapat dipastikan harga yang ditawarkan akan melambung jauh dari NJOP dan itu akan menjadi kendala serius dalam pembangunan dan pengembangan Taman Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Menurut Sumarlan, di kawasan lahan yang rencana akan dibebbaskan itu terdapat aset pemerintah, seperti di kawasan yang dijadikan perkampungan ternak saat Penas KTNA lalu. Seperti diketahui, Distan sebagai leading sector telah menyatakan siap membangun eks kawasan gelar teknologi pertanian unggulan saat Penas KTNA XIII lalu menjadi Taman Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, yang akan menjadi pusat bina karya penerapan teknologi pertanian terpadu. Kesiapan itu terkait keingingan Menteri Pertanian serta Gubernur Kaltim agar gelar teknologi pertanian dia kawasan yang terletak di Desa Perjiwa Kecamatan Tenggarong Seberang tersebut tetap dilanjutkan pasca Penas KTNA, sehingga dapat menjadi ikon pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara. Sekedar informasi, selain pusat kegiatan pembukaan, penutupan serta berbagai acara pertemuan Penas, di desa tersebut terdapat areal kawasan gelar teknologi pertanian unggulan yang dilaksanakan oleh tim pelaksana kegiatan Penas kabupaten, provinsi dan pusat. Areal tersebut lebih kurang 25 hektare yang terdiri dari lahan basah dan kering, dilengkapi pipa paralon sebagai aliran air bersih yang berasal dari sumber air terjun serta fasilitas eks Penas seperti kandang ternak, bak pembibitan ikan/udang, kolam terpal, jalan penghubung serta berbagai jenis tanaman varietas unggul seperti lada perdu, pisang kapas, singkong gajah serta berbagai jenis sayuran. Meskipun kegiatan Penas XIII telah berakhir, dalam kawasan ini diharapkan ada tindak lanjut atau penerapan gelar teknologi pertanian unggulan, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas dalam pengembangan sektor pertanian sebagai efek multiplayer kegiatan Penas XIII. Selain itu, ke depan kawasan dimaksud diharapkan dapat menjadi media informasi pertanian, media pembelajaran petani, nelayan dan akademisi, pusat kegiatan kaji terap dan gelar teknologi baru maupun kegiatan agribisnis serta sebagai pusat agrowisata. Dengan kata lain, areal ini menjadi pilot projeck Taman Teknologi Pertanian di Kutai Kartanegara. yd
|