Anggota DPRD Samarinda Merasa PrihatinPerhatian Pemkot Terhadap Penyandang Cacat dan Lansia Minim
2011-09-16 23:24:49
SAMARINDA,Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, H Nursobah merasa prihatin atas minimnya perhatian Pemkot terhadap penyandang cacat dan lanjut usia (lansia). Buktinya, anggaran yang dialokasikan ke Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkessos) tak mampu untuk membantu mengatasi masalah penyandang cacat dan lansia. "Hingga saat ini ada 231 orang cacat dan lumpuh yang tidak diperhatikan negara/ Pemkot. Sedangkan 2 ribu orang lebih yang tinggal di 27 panti asuhan hanya 6 ratus diantaranya yang diberikan bantuan," ujar Nursobah, Kamis (15/9) kemarin. Dia mengatakan. Pemkot tidak memiliki rumah panti/ rumah singgah bagi penyandang cacat dan lansia. Sementara, lanjutnya, anggaran yang kurang memberi perhatian bisa jadi kelalaian semua pihak. "DPRD Samarinda meminta Pemkot via Dinkessos untuk proaktif terhadap masalah ini," katanya. Dia meminta, Pemkot harus peduli rakyat jelata bukan hanya jelita. Undang-undang telah menjamin warga miskin dan anak-anak terlantar menjadi tanggungan negara. " 8.28.000 warga miskin menurut BPS apakah sudah menurun?. Dewan berkepentingan mengalokasikan anggaran kepada mereka agar taraf hidupnya meningkat," katanya. Dia juga meminta Pemkot untuk memastikan dinas terkait agar proaktif menyampaikan info dan Pemkot tidak boleh diam atas masalah ini.. Samarinda, kata dia lagi, bisa menjadi kiblat pengelolaan warga miskin dan anak-anak terlantar asalkan Pemkot berani juga alokasikan anggaran yang layak. " Jika zakat telah menjadi pengungkit kesulitan mereka, dimana posisi pajak? Bagaimana realisasinya," katanya. Dia katakan, semua pihak harus bergerak. Pasalnya, jalan itulah yang harus dilakukan untuk dapat mengentaskan dari masalah kemiskinan. Nursobah, juga merasa optimis bahwa Pemkot akan mampu. "Karena kita baru dapat info secara valid. Maka kita mendesak agar hal seperti itu tidak boleh lagi terjadi dan dewan siap menganggarkan," ujarnya. Dia juga mengatakan, yang harus selalu dilakukan SKPD adalah koordinasi dan pemutakhiran data yang tersampaikan. Dewan menyarakan agar SKPD roadshow kepada semua stakeholder termasuk lembaga keuangan agar ada perhatian kepada fakir miskin dan orang tua cacat. "China dalam hal ini kota Guangdong patut ditiru dalam hal perlakuan terhadap orang tua. Mrk diberikan dana pensiun yang cukup sehingga anak-anaknya selalu merawat orang tuanya," katanya. aon
|