Harjad Kota Tenggarong Dirangkai Pencanangan Hari Budaya2011-09-19 04:19:24
TENGGARONG, Puncak hari jadi (harjad) Kota Tenggarong ke-229 tahun ini akan dirangkai pencanangan Hari Budaya serta ucapan selamat kepada Sultan H Ajdi Moh Salehoeddin ke-87 tahun. Ibu Kota Kabupaten Kutai Kartanegara, Tenggarong pada tanggal 28 September tahun ini tepat berusia 229 tahun. Untuk itu, Sekretaris Kabupaten Haryanto Bachroel memimpin rapat persiapan hari jadi kota Tenggarong, Jum'at (16/9). Rapat yang berlangsung di ruang rapat Sekkab tersebut dihadiri kepala dinas/instnasi terdiri dari Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya H Azmidi, Dinas Kesehatan Emmy Dasimah, Kabag Humas dan Protokol Sri Wahyuni, Camat Tenggarong H Tajuddin Noor, perwakilan Dinas Perhubungan, Bappeda, juga dari Kapolres dan Kodim 0906 Tenggarong serta kepala SKPD lainnya. Rapat tersebut membahas berbagai persiapan diantaranya agenda seremoni pada hari H kegiatan hingga pada acara puncak HUT kota Tenggarong yang akan berlangsung 24 Oktober. Kegiatan pertama pada hari H yakni 28 September 2011 adalah bersama-sama melakukan ziarah ke makam pendiri kota Tenggarong Aji Imbut untuk memanjatkan do'a serta meletakkan karangan bunga Lompo di pusara Aji Imbut. Usai ziarah, DPRD Kukar menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka memperingati HUT Kota Tenggarong ke-229 berlangsung terbuka. Setelah itu dilanjutkan dengan acara pembukaan pameran foto di Kedaton Tenggarong. "Seperti tahun-tahun sebelumnya kita akan rayakan hari jadi kota Tenggarong, dan untuk memeriahkan kegiatan ini, saya minta kepada Camat Tenggarong untuk menggerakkan masyarakat ikut berpartisipasi dan memasang umbul-umbul maupun spanduk menyambut hari jadi kota Tenggarong ke-229," pinta Haryanto. Terkait permintaan tersebut, Camat Tenggarong Tajudin Noor mengatakan pihaknya menyambut baik dan siap untuk mensukseskan hari jadi kota Tenggarong. "Berkenaan dengan persiapan hari jadi kota Tenggarong yang jatuh 28 September tahun ini kami siap mendukung sepenuhnya. Hal-hal apa yang ditugaskan kepada kami, baik itu berkaitan dengan pengerahan masa, pemasangan umbul-umbul kami siap," kata Tajudin. Untuk diketahui, dalam sejarah berdirinya kota Tenggarong terjadi ketika Aji Imbut atau Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura ke-15 Aji Muhammad Muslihuddin (1780-1816) memindahkan ibu kota kerajaan dari Pemarangan ke Tepian Pandan pada 28 september 1782. Oleh Sultan, nama Tepian Pandan kemudian diubah menjadi Tangga Arung yang berarti Rumah Raja. Nama Tangga Arung akhirnya populer dengan sebutan Tenggarong hingga saat ini. yd
|