Komisi IV Desak Pemkot Cairkan Bosda

2011-09-19  04:34:25

SAMARINDA, Untuk kesekian kalinya Komisi IV DPRD Kota Samarinda meminta Pemkot segera mencairkan  Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) Kota Samarinda. Pasalnya, keterlambatan pencairan Bosda tersebut berdampak pada kegiatan belajar mengajar sekolah.
"Berdasarkan laporan yang masuk ke Komisi IV sejumlah kepala sekolah mengeluhkan kondisi ini dan berharap pencairan dana bosda bisa tepat waktu. sehingga mereka tidak harus meminjam dana pihak ketiga untuk operasional penyelenggaraan sekolah," kata anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Choirul Huda, Minggu (18/9) kemarin.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyayangkan sikap Pemkot yang lamban menangangi masalah ini. Padahal, lanjutnya, desakan ini bukan saja datang dari dewan saja, melainkan dari beberapa pihak. Termasuk siswa, sekolah dan mahasiswa.
"Soal Bosda ini kan hak sekolah yang harus diterima. Karena telah ada aturannya. Semestinya ya harus segera dicairkan," pintanya.
Menurutnya, kalau keterlambatan pencairan dana tersebut disebabkan karena adiministrasi di Pemkot seharusnya segera diatasi masalah itu. "Kalau ditanya selalu mengatakan akan segera diusahakan dan ada persoalan administrasi di Pemkot. Masa masalah administrasi harus bertahun-tahun," katanya menegaskan.
Tak hanya itu, Huda- demikian panggilan akrabnya- juga melihat pengawasan Bosda Samarinda  masih dinilai lemah. Sehingga pencairannya terkesan mengulur-ulur waktu dan banyak alasan.
"Saya mendengar kalau Disdik (Dinas Pendidikan, Red) Samarinda, telah  membentuk tim pengawas penggunaan dana Bosda. Ini sangat baik. Tapi nyatanya sampai saat ini juga belum ada hasilnya. Katanya, tiap sekolah penerima Bosda  harus membuat laporan pertanggungjawaban  penggunaan dananya lalu diserahkan ke Disdik," ungkapnya.
Dikatakan Choirul Huda, Komisi IV belum dapat laporan mengenai realisasi pembentukan tim pengawas Bosda tersebut. Misalkan  komposisi tim pengawas dan siapa-siapa saja yang bakal dilibatkan.
"Pengawasan pencairan Bosda sebaiknya memaksimalkan juga  tim monitor. Dimana tim ini langsung ke sekolah penerima Bosda. Kalau Disdik akan membentuk tim pengawas lain yang lebih bagus saya kita tak masalah. Cuma sekarang yang terpenting bagaimana Bosda itu bisa segera dicairkan," katanya.
Sebagaimana diketahui, Bosda bersumber dari APBD Samarinda telah dialoka-sikan sebesar Rp14,703 miliar untuk disalurkan kepada jenjang pendidikan negeri tingkat SMA/MA, SMK selama 6 bulan dan SMP/MTs serta SD/MI selama 3 bulan. Sedangkan Bosda bersumber dari APBD Kaltim sebe-sar Rp14,450 miliar juga tahap proses pencairan untuk jenjang pendidikan negeri tingkat SMA/MA dan SMK.
Bagitu pula sisa pembayaran Bosda tahun 2009 untuk jenjang pendidikan negeri dari SD hingga SMA dan SMK sebesar Rp11,525 miliar dan Bosda tahun 2010 Rp17,498 miliar. aon


Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1232 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...