Pemprov Kaltim Belum Maksimal Garap Sumber PAD2011-09-19 04:39:55
SAMARINDA, Anggota DPRD Kaltim asal Fraksi PPP, Masitah, menilai Pemprovi Kaltim belum maksimal menggarap sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), meskipun dia mengakui penerimaan dari PAD meningkat setiap tahunnya. “Kalau sumber-sumber PAD ini digarap lebih maksimal, pasti penerimaan dari PAD akan lebih meningkat lagi, lebih besar dari yang diperoleh sekarang,” katanya, Minggu (18/9) kemarin. Menurut politisi asal Dapil V Tarakan, Bulungan, Nunukan, Malinau dan Tanah Tidung ini, semestinya pemerintah provinsi terus menerus melakukan pendataan terhadap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kaltim, sehingga data wajib pajak daerah dapat diperbarui secara periodik. Pajak yang dipungut tinggal disesuaikan dengan Perda tentang pajak daerah. Salah satu potensi pajak yang belum digali maksimal adalah pajak alat berat. Dia yakin apabila peluang ini digarap optimal, maka PAD Kaltim bisa lebih besar lagi. “Begitu pula dengan retribusi daerah, harus dimaksimalkan sesuai dengan ketentuan peraturan daerah yang berlaku,” ujar Masitah. Dia menjelaskan, PAD yang direncanakan sebesar Rp2,641 triliun pada APBD 2011 bertambah sebesar Rp1,342 triliun pada perubahan APBD 2011 menjadi Rp3,984 triliun. Perubahan berasal dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah dan pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Menurut Masitah, untuk mencapai target tambahan PAD itu hendaknya ada langkah-langkah strategis dari pemerintah provinsi mengingat waktu yang tersisa hingga APBD 2011 berakhir hanya tiga bulan. Selain menggali pajak alat berat, pajak kendaraan bermotor dengan plat nomor dari luar Kaltim juga dapat ditimba untuk menambah PAD. Meskipun begitu perlu dilakukan kajian cermat dan tepat, agar tidak bertentangan norma hukum dan perundangan yang lebih tinggi. fer
|