Jeruk Pamelo dan Langsat Rokok Akan DipatenkanDisper Tunjukkan Keberhasilan
2011-09-20 18:56:35
MELALUI pameran hari jadi Kota Tanjung Redeb ke 201 dan Kabupaten Berau ke 58, Dinas Pertanian (Disper) tidak hanya memerlihatkan kepada masyarakat hasil pertanian unggulan. Tetapi Disper juga memeperkenalkan beberapa jenis buah – buahan dan tanaman holtikultura, yang sebelumnya belum pernah ditanam di Berau. Selain itu, melalui pameran ini pula Disper juga berencana mematenkan dua jenis buah, sebelum diakui oleh daerah lain, yakni jeruk pamelo dan langsat rokok. Sebagai dinas yang membidangi sektor pertanian, rasanya tidak lengkap jika tidak memperlihatkan hasil perjuangan nya selama memberikan pembinaan serta memberikan bantuan kepada kelompok tani, baik berupa benih berbagai jenis komoditas, maupun peralatan pertanian. Maka pada momen pameran yang diresmikan Wakil Gubernur Kaltim (15/9) sore, Disper menunjukkan semua keberhasilan kepada masyarakat, yakni produk unggulan di sector pertanian. Diantaranya, padi berbagai faritas, jagung dan kedelay. Yang selama ini jagung dan kedelay sudah mampu bersaing di luar Berau. “ Inilah salah satu bukti produk unggulan yang kami tunjukan kepada masyarakat. Dimana jagung dan kedelay ini petani sudah bisa memasarkan ke luar daerah,” ungkap Kepala Disper Berau Ir Ilyas Nasir kepada wartawan Poskota Kaltim. Untuk tanaman padi, kata Ilyas, Berau tidak kalah dengan daerah lain, termasuk beras yang dikemas dari pulau Jawa yang dipasarkan di sini. Menurut dia, petani Berau hanya kalah dikemasan saja, sehingga penampilan nya kurang menarik minat konsumen. “ Kalau soal rasa dan kualitas beras petani kita tidak kalah. Disisi lain, beras kita dijamin tidak menggunakan pemutih, semua alami,” terang nya. Kendati demikian, Disper tetap terus berusaha melalui kerja sama dengan dinas instansi terkait masalah kemasan tersebut, sekaligus mematenkan merek – merek yang diluncurkan di pasaran nanti. Agar tak diklaim oleh daerah lain da tidak mudah ditiru. Dikatakan Ilyas, selain sector pertanian tersebut Diper juga memamerkan produk ungulan lain nya, yakni jenis buah – buahan, diantaranya jeruk keprok, jeruk borneo, salak, rambutan, semangka, sirsak, jeruk pemelo (seperti jeruk bali tapi tanpa biji. Red) dan langsat rokok. Untuk jeruk pamelo dan langsat rokok ini Disper akan mempatenkan, karena kedua jenis buah – buahan ini tidak dimiliki oleh daerah lain, hanya tumbuh di Kabupaten Berau. “ Jadi sebeulm diakui oleh daerah lain, ita patenkan saja sekalian dua jenis buah ini,” katanya. Selain itu, lanjut mantan kepala Dinas Ketahanan Pangan Berau ini, Disper juga memperkenalkan kepada masyarakat jenis buah dan sayuran yang sebelum nya belum pernah ada di Bumi Batiwakal yakni buah matoa, rasa nya manis bentuk nya seperti buah pinang, yang harga nya perkilo bisa tembus Rp 80 ribu, mengalahkan jenis buah lain nya yang sebelum nya sudah banyak dikenal masyarakat. Buah ini kata Ilyas berasal dari Papua, kini dikembangkan di Berau, dan mulai terlihat berhasil dikembangkan, bahkan sebagian sudah bisa dipanen. “Harga nya memang mahal, maka nya banyak kelompok tani yang minat menanam buah yang menghasilkan uang banyak ini,” ujar nya sembari tersenyum. Sementara itu, untuk jenis sayuran yang dipamerkan saat ini diantara nya buah tomat, cabe, kacang panjang, sawi dan jensi sayuran lain nya. Untuk wortel, bawang merah dan kentang juga dipamerkan hasil kelompok tani yang ada di daerah pesisir. Dua jenis tanaman ini memang sebelum nya belum pernah ditanam di Berau, tapi sekarang dapat ditanam di sini. “Insya Allah kedepan bawang putih juga akan kami kembangkan di Berau, termasuk kol. Karena dua jenis tanaman ini harus didataran tinggi dan yang dingin,” ucapnya. Yang jelas Disper selalu berusaha mengadopsi bebarapa tanaman yang belum ada di Berau dan dapat dikembangkan di Berau. Karena ini prinsip Disper mensejahterakan kelompok tani, melalui pengembangan berbagai jenis tanaman yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. (roz)
|