Koperasi di Kaltim Kurang Mampu Berkiprah2011-09-24 03:01:17
Balikpapan,Ketua Dekopinwil Kalimantan Timur, Suratman, SE, MM mengatakan koperasi yang sempat hadir dibumi Kalimantan Timur (Kaltim) cukup besar mencapai ribuan usaha namun setelah berjalan akhirnya hampir semua kolaps dan tidur tidak bangun-bangun, padahal ada satu harapan dari pemerintah bahwa koperasi bisa menyejahterakan masyarakat terutama anggota. Suratman mengatakan koperasi-koperasi di Kaltim memang banyak tapi tidak mampu berkiprah menjadi koperasi yang dewasa hanya karena tidak mampu menghadirkan manajemen yang baik, padahal koperasi sudah sangat dikenal mampu menjadi pendukung pertumbuhan ekonomi secara makro, untuk itu kami tetap meminta agar koperasi yang sudah tidur untuk kembali bangun tentunya dengan manajemen yang bagus. Diakuinya, untuk menghadirkan satu koperasi yang diharapkan anggota bisa menjadi sokoguru bagi kehidupan para anggota tidak muda, untuk mendirikan satu koperasi memang bisa cepat tapi tentunya tidak sampai disitu tapi kita harus sudah mnemiliki konsep bagaimana koperasi itu bisa hidup dan menjadi lebih besar, ini tentunysa pekerjaan yang tidak ringan. Suratman, yang juga Ketua Koperasi Jasa Keuangan (KJK) Syahria ‘Halal’ Bontang mengaku untuk menghidupkan koperasi yang dipimpinnya tidak muda namun kami berani mengambil langkah beda dengan koperasi lainnya, apalagi kami tidak dilindungi oleh salah satu instansi, tapi murni berdiri atas dasar kepercayaan anggota dan calon anggota dan akhirnya produk yang ditawarkan menjadi pilihan warga Bontang dan daerah lain di Kaltim. Didampingi bendahara KJK Syahriah Halal, Ireng Gandhi Suwarno, dan manager SDI, Syahril, mengatakan hadirnya KJK Syahriah Bontang sejak 2002 dengan jumlah anggota saat itu hanya 160 orang dan terus berkembang dengan baik sehingga kami bisa membuka cabang KJK Syahriah di 13 kota / kabupaten di Kaltim, ini pekerjaan yang tidak ringan namun ia sangat yakin kalau usaha kami ini pasti akan berkembang. Perjuangan memang membutuhkan pengorbanan, kata Suratman, kenapa itu menjadi konsep yang selalu kami pegang, itu karena belajar dari beragai pengalaman perkoperasian yang banyak hadir tapi kemudian tidak bisa eksis atau tidur tidak pernah bangun sehingga tinggal papan nama saja, sedangkan KJK Syahria Halal Bontang dipastikan akan membuka cabang ditiga kabupaten di Kepahiang terdiri dari Kepahiang, Bengkulu dan Rejang Lebong dan dana yang sudah kami siapkan untuk awal beroperasi mencapai Rp. 860.000.000 dan kami berharap ditahun 3013 nanti semua kabupaten di Kepahiang sudah ada KJK Syariah Halal. ‘’Potensinya cukup bagus, olehnya kami bertekad untuk ikut berkipra di daerah-daerah di Kepahiang, Bengkulu,’’ terang Sutaman. Dibagian lain Ireng, mengatakan siapa saja bisa meminjam di KJK Syariah Halal Bontang tentunya dengan syarat yang ada, untuk meminjam tentunya kami melihat keberadaan orang tersebut kalau dia anggota tentu ada aturan lain namun besaran pinjama minimal Rp. 500.000 sampai ada yang berani mengajukan pinjaman besar mencapai Rp. 1 miliar. " Debitur besar itu, dari corporate sehingga kami menyatakan pasti tidak aka nada masalah, sedangkan asset yang kami miliki saat ini mencapai Rp. 70 miliar dan omset perbulan mencapai rata-rata Rp. 20 miliar," paparnya.max Menurut Ireng, KJK Syahriah Halal Bontang masuk dalam grup Halal terdiri dari KJK Syahria Halal, Halal Squer, KSU Etam Mandiri, BPR Kutim, BPR Zebra, KSP Putra Bangsa dan KUSK Madinatul Berkah.max
|