Sosialisasikan Buku Tentang Tata Krama kepada Orang Tua Murid2011-09-26 01:31:53
Tenggarong, Selama empat hari lamanya dari Tanggal 21 sampai 24 September 2011 di laksanakan sosialisasi untuk buku tata krama yang diperuntukan bagi orang tua siswa, dan hal tersebut merupakan pedoman dalam pelaksanaan tata krama di sekoolah dengan sendirinya , baik kelas VII sampai IX. Hal tersebut disampaikan Tulus Sutopo Spd Mpd Selaku Kepala SMPN 2 Tenggarong, kepada Poskota Kaltim, akhir pekan lalu. ”Kegiatan sosialisasi ini terbagi tiga hari berturut turut dimulai dari kelas VII sampai diakhir kelas IX dan dilakukan juga tanyajawab juga diskusi tentang kemajuan dan keberhasilan sekolah dan siswa maupun guru untuk menuju sekolah berkarakter bangsa dan SMPN 2 Tenggarong ditujuk Disdik Provinsi Kaltim sebagau sekolah model dimulai dari tahun 2011 sampai 2013,” ungkap Tulus. Dengan jumlah siswa 760 orang untuk memberikan gambaran peran siswa dalam melakukan aktivitasnya sebagai pelajar harus dengan apa yang didapatkan dalam buku tata krama yang didalamnya ada 25 pasal yang berisikan diantara lain ketetuan umum, dasar dan fungsi dan tujuan, aturan pelaksanan,seragam siswa, kehadiran siswa, kedispilinan dan keteriban,Proses belajar mengajar, kegiatan elstrakurikuler dan pengembangan diri, kebersihan lingkungansekolah kemudian melanisme dan pemberaian sanksi dan kegiatan luar program sekolah serta Poin siswa berprestasi. Dalam penjabaran itu terlihat jelas Visi sekolahnya jakni, Unggul dalam Mutu, Bertaqwa dan Cinta Budaya Daerah sedangkan Mottonya: Cerdas berpikir, Terampail bertinfak,Santun bersikap dapat dilihat dari Indokator diantarnya , Unggul dalam peroleh nem, Unggul dalam pengembangan kurikulum, Terciptanya sekolah bersih, Indah, Rapi dan Aman,Unggul dalam kelulusan , prestsi akademik dan non akademik, Unggul dalam sumber Daya Manusia Pendidikan, Unggul dalam kelembagaan dan manajemen sekolah, unggul dalam pemanfaatan pembiayan pendidikanm Unggul dalam pembinaan dan pengembangan Budaya Daerah dan juga unggul dalam bidang Olah raga,jelas Tulus Juga sekretaris UmumIkatan guru Indonesia(IGI) Kukar, Sedangkan Misi adalah ORAPIHARA yakni Olah Rasa meliputi, Menciptaan sekolah bersih, Indah , Rapi dan Aman , Melaksanakan peogram 5S( senyum, Sapa, Salam, Sopan dan santun ) kemudian menciptkan rasa kekeluargaan sedangkanOlah pikir yakni,melaksanakan pengembangan KTSP 2006, pengembangan SDM tenaga kependidiksn, Pengembangan PAIKEM-GEMBROT( pembelajaran aktif, Inovatif, kreatif, Efektif, menyenangkan-gembira dan berbobot)dilanjutkan Olah Hati dilihat dari melaksanakan pengembangan mantek agama dan keseimbangan Menciptakan suasan agamis disekolah, menyedikan wahana pembinaan dan pengembangan budaya daerah, mengoptimalkan pelayanan bimbing konselingdaan mengintegrasikan pendidikan budi pekerti kedalam mata pelajaran serta olahraga inidilihat darimenyedikan wahana pembinaan olah ragasesuai dengan potensi yang dimiliki peserta didik juga senantiasa mengikuti even even kejuaraan olah raga baik lokal maupun diluar daeah. ”Buku pedoman tata krama ini didasarkan Undang Undang sistim pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003, Peraaturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang tandar Nasional Pendidikan,ini terdapat dalam pasal 2,3 dan 4 yang merupakan fungsi untuk mampu mengarahkan siswa untuk mendukung tercapai visi dan misi sekolah, Membentuk sikap yang mampu menjaga aanama baik sekolah, Menjaga adan menghidari siswaaa dari perbuatan yang meyimpang dan obat –obatan terlarang kemudian tujuan itu adalah, membentuk siswa handal baik secara IPTEK maunpun IMTAQ, ” kata Tulus. Untuk Bab 15 pasal 19 tentang mekanisme dan pemberian sanksi meliputi, Jenis sanksi pelanggaran ringan contoh terlambat masuk sekolah yang diberikan tdak diperkenakan masuk sebelum nendapat izin dari guru piket bobtnya 5, untuk Alpa sebanyak 2 hari dalam satu minggu sanksi dipangggil oleh wali kelas untuk pembinan dan diagendakaan oleh wali kelas bobot kesalahnyaaa 25. Kemudian untuk jenis kegiatan dan poin siswa berprestasi ada 11 poin diantaranya menjadi, pengurus kelas bobot 5, Organisasi bobotnya 15, ikt serta dlam perlombaan /kejuruab mewakili sekolah tingkat kebupaten bobotnya 10, ikut serta dlam perlombaan /kejuruan mewakili sekolah tingkat provinsi bobotnya 20, untuk tingkat Nasional bobotnya 25 dan terakhir mewakili tingkat Internasional bobotnya 30, kata Tulus sangat mengharpakan dengan gambaran tentang keberdan buku tata krama dan kebutuhaa siswa akan memberikan nilai plus selama tig tahunlamnay dibangku sekolah baik ini rasakan hari ini dan dimasa akan datang menjadi yang terbaik bagi anak bngsa kedepannya.gus
|