Lomba Panjat Pinang MassalKaum Hawa Ikut Lomba
2011-09-26 01:45:55
MULAI dari anak – anak, orang tua termasuk hawa, semua nya nyaris sekujur tubuh terlihat hitam pekat berlumur minyak pelumas, yang terlihat hanya bola mata dan gigi nya. Sesekali terlihat menahan rasa sakit, kesal, marah dan sesekali pula mereka tertawa terbahak – bahak. Mereka ini bukan peserta karnafal atau pawai, yang terlihat terlumuri minyak pelumas sekujur tubuh, tak terkecuali bagian kepala. Mereka adalah peserta lomba panjat pinang massal memperingati hari jadi Kabupaten Berau ke 58 dan Kota Tanjung Redeb ke 201 di lapangan bola Batiwakal Tanjung Redeb, Sabtu (24/9) kemarin di lapangan Batiwakkal Tanjung Redeb. Menurut panitia, jumlah 58 buah pohon pinang dipersiapkan ,masing masing tinggi nya disesuaikan peserta nya, untuk kategori anak – anak setinggi 2,5 meter, untuk kaum hawa setinggi 3 meter, dan untuk pria dewasa dan perorangan setinggi 4 meter. Masing – masing satu pohon 3 tim dan diberi waktu 10 menit. Jika melebihi batas waktu yang ditentukan, team yang bersangkutan tak mampu mengambil hadiah di puncak pohon pinang, maka team tersebut dianggap gugur. Hadiah hiburan yang disediakan panitia tersebut diantara nya berbagai jenis peralatan rumah tangga, alat elekronik dan uang tunai. Namun yang digantung di atas phon pinang tersebut bukan langsung berupa barang atau uang, tetapi kupon bertuliskan angka 1 sampai 3, dan masing – masing kupon ada tiga lembar. Sehingga usai mengambil kupon tersebut langsung dapat ditukar ke pantia dan dibagi sama rata. Lomba yang dimulai pukul 08:00 Wita Sabtu kemarin memang cukup mengundang gelak tawa bagi warga yang menyaksikan lomba tersebut, tak terkecuali Bupati dan para pejabat yang hadir. Betapa tidak, mengawali lomba itu hampir tak satu pun dari sekian peserta yang langsung berhasil mengambil kupon yang bergelantungan di atas pohon pinang tersebut. Pasal nya, minyak pelumas yang menutupi pohon pinang itu membuat peserta selalu terperosot ketika mendekati puncak. Tak urung gelak tawa pun pecah di lapangan Batiwakal. Terlebih kategori anak – anak, acap kali harus mengulang beberapa kali memanjat phon tersebut, karena merasa kesulitan menggapai kupon – kupon yang mengiyur kan bagi mereka. Tak jarang mereka saling menyalahkan, merasa kesakitan, dan tak jarang pula mereka saling tertawa. Tak kalah menarik perhatian warga yang menyaksikan lomba tersebut, dikategori wanita juga kerap mengundang gelak tawa. Karena ini mungkin jarang terjadi lomba panjat pinang bagi wanita. Yang sangat mengundang kelak tawa warga adalah, ketika mereka berhasil meraih kupon – kupon tersebut, sesampai nya di bawah dengan badan dan muka penuh hitam Karena minyak pelumas, mereka sama – sama berjoget ala dangdut. Terang saja penonton yang mengelilingi mereka langsung tertawa terbahak – bahak. Meski harus bersusah payah, akhir nya semua peserta masing – masing berhasil menaklukkan licin nya pohon pinang tersebut, dan masing – masing peserta berhasil membawa pulang hadiah hiburan yang tersedia. Warga berharap loba panjat pinang yang kali pertama diadakan ini, setiap hari jadi Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb diadakan, mengingat lomba ini menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat. Acara ini dibuka Bupati Berau H Makmur HAPK, dengan dihadiri unsure muspida, Anggota DPRD Berau serta pejabat teras lain nya. Dihadapan ratusan peserta lomba panjat pohon pinang massal, Bupati berharap kepada Peserta lomba agar tidak melihat jenis hadiah lomba , akan tetapi harus lebih memaknai lomba ini melestarikan budaya turun - termurun warisan dari para pendahulu. Sebab lomba ini bagian dari hiburan rakyat, dari sejak dulu hingga sekarang. Karena itu, lanjut Bupati, lomba panjat pinang sengaja berjumlah 58 pohon, yang seiring usia kabupaten Berau. Sebab lomba ini bagian dari serangkain hari jadi Kabupaten Berau dan kota Tanjung Redeb. Oleh sebab itu, ia berharap kepada semua peserta agar menjunjung tinggi sportivitas, perlomban ini tidak hanya merebut hadiah hiburan yang disediakan oleh panitia semu, tetapi lebih mengarah kepada menghibur warga yang ingin menyaksikan lomba yang membutuhkan keahlian khusus tersebut. Karena itu Bupati pun berharap agar lomba seperti ini dapat dilestarikan diberbagai momen – momen tertentu, agar dapat diwarisi oleh penerasi penerus. Berkaiatan hari jadi tersebut, Bupati berharap kondisi Berau semakin kondusif, perekonomian masyarakat semakin meningkat. Agar sejalan dengan visi misi Pemkab Berau. ( Wanda nunung Fachrurroziz )
|