Koin Peduli Pendidikan Diserahkan ke DPRD BulunganDiknas Bulungan Malu Hadir
2011-09-26 01:46:48
TANJUNG SELOR, Belasan elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Bulungan, Rabu (21/09) lalu mendatangi gedung DPRD Bulungan,Aliansi tersebut di antaranya Laskar Merah Putih Kabupaten Bulungan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unikal, Front Pembela Islam (FPI),Yayasan Tana Melayu dan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat serta komunitas pemuda dan masyarakat Bulungan lainnya mendatangi gedung DPRD Bulungan untuk menyerahkan hasil pengumpulan Koin Peduli Pendidikan yang aksinya telah dilakukan beberapa pekan lalu. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian atas aksi penyegelan sejumlah sekolah yang dilakukan kontraktor yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kontraktor Daerah (FKKD) beberapa waktu lalu. Meski aksi moral Koin Peduli Pendidikan yang awalnya telah mendapat ijin dari Dinas Sosial Kabupaten Bulungan namun dicabut kembali oleh Dinas Sosial Bulungan tersebut tak menyurutkan elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Bulungan untuk tetap melaksanakan gerakan moral pengumpulan koin yang akhirnya kegiatan di hentikan oleh aliansi sesuai batas waktu ijin yang di berikan Polres Bulungan. Kedatangan elemen masyarakat tersebut di sambut langsung oleh Ketua DPRD Bulungan Hasbullah,wakil Ketua Syarwani dan Hamka serta anggota DPRD Bulungan lainnya yang kemudian penyerahan koin tersebut di laksanakan di ruang Rapat DPRD Bulungan. Dalam pertemuan tersebut Achmad Tjajuk selaku koordinator Aliansi menjelaskan bahwa pengumpulan koin yang di lakukan di simpang jalan protokol serta tempat umum lainnya merupakan bentuk kepedulian elemen masyarakat terhadap “bencana” pendidikan yang saat terjadi di Bulungan dan di alami anak sekolah yang ada di kecamatan Tanjung Palas dan Tanjung Selor. Sementara itu Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Bulungan Saharudin sangat menyayangkan atas pernyataan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) mendiknas Muhammad Nuch dan Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Kalimantan Timur yang dalam masalah ini hanya menyampaikan kprihatinannya melalui media massa tanpa ingin melihat langsung kondisi dunia pendidikan yang ada kabupaten Bulungan saat ini pasca penyegelan sekolah. “Seharusnya pak menteri dan Kepala Dinas Pendidikan Kaltim berkunjung ke Bulungan guna melihat dari dekat persoalan yang terjadi saat ini dan bukan hanya ngomong di media massa saja,“ ujar Saharudin. Sementara itu pihak Diknas Kabupaten Bulungan yang sebelumnya telah di undang untuk menerima koin pendidikan tersebut nampak tidak hadir dalam pertemuan tersebut sehingga pihak DPRD Bulungan memutuskan untuk memanggil pihak Diknas Bulungan yang akhirnya penyerahan koin peduli pendidikan sejumlah Rp. 4.748.800,- tersebut di terima oleh Ismail selaku wakil dari Diknas Bulungan dan di saksikan ketua DPRD Bulungan bersama angggota Dewan lainnya. vic
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...