Disayangkan Masih Terjadi Kekerasan Pada Anak 2011-09-27 01:30:38
Balikpapan, Tindakan kekerasan anak antinya akan berdampak pada kejiwaan sianak yang akhirnya berpengaruh terhadap kemajuan pendidikan, sikap dan karakter anak itu sendiri. Sebelum terlambat diberikan berbagai masukkan kepada masyarakat. Terutama bagi keluarga yang memiliki anak dibawah umur yang masih membutuhkan perhatian agar tetap dipenuhi kebutuhan anak itu. Demikian dikatakan Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Balikpapan, Drs. Sri Haryatmo, MPd, ketika ditanya tujuan pelaksanaan seminar nasional dengan tema ‘’Mewujudkan Keluarga dan Sekolah Idaman Anak Sebagai Wahana Pendidikan Karakter di Kota Balikpapan.’’ Setelah acara seminar di Lantai III Gedung Pemkot Balikpapan belum lama ini. Dia mengatakan, sampai saat ini masih saja terjadi kekerasan kepada anak teramsuk kejahatan seksual yang dialami oleh anak-anak dibawa umur baik dilakukan oleh rekannya, pihak lain atau justru ada kasus kejahatan seksual dilakukan oleh orang tua anak itu, kasus-kasus seperti ini harus dihentikan karena akan berdampak pada psykologi anak itu baik dalam masa pertumbuhannya maupun ketika usia sudah dewasa. Menurut Kepala SMP Negeri 1 (RSBI) Balikpapan ini, data yang diperoleh melalui Susenas 2006 secara nasional telah terjadi 2,81 juta tindak kejahatan/kekerasan dan sekitar 2,29 juta anak pernah menjadi korbannya atau mencapai 3 persen dari jumlah anak Indonesia dan ini berarti setiap 1.000 anak terdapat sekitar 30 anak menjadi korban dan pelaku tindak kekerasan pada anak justru dilakukan orang tua 61,4 persen dan yang lebih memprihatinkan justru tindakan seperti itu paling banyak terjadi di pedesaan mencapai 64,6 persen. "Tujuan kami melakukan seminar tentunya berkeinginan agar kekerasan terhadap anak tidak terjadi lagi, untuk itu perlu dipahami dan disadari bahwa pemenuhan akan hak-hak anak menjadi tanggungjawab bersama antara Negara, pemerintah, masyarakat, keluarga dan orang tua," katanya seraya menambahkan ingin wujudkan keluarga dan sekolah IDAMAN, yakni Indah, Damai dan Aman.max
|