Maret 2012 Jampersal DirealisasikanKeguguran pun Biayanya Ditanggung Pemerintah
2011-09-27 01:39:18
TANJUNG REDEB,Kepala Bagian Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau dr Mathius Popang menjelaskan, program Jaminan Persalinan (Jampersal) dari Pemerintah Pusat (Pempus) jika tidak ada alar melintang, bulan Maret 2012 mendatang bisa direalisasikan di Kabupaten Berau. Menurut Mathius, sebenarnya awal bulan Januari sudah bisa dilaksanakan, namun efektifnya bulan Maret, karena Diskes sendiri melakukan persiapan yang matang. Agar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat tidak setengah–setengah. Sebab hal ini menyangkut peningkatan pelayanan kepada masyarakat, dimana masalah kesehatan ini menjadi kebutuhan utama yang paling vital. Terutama soal pelayanan penyelamatan ibu dan anak. Program Jampersal ini berlaku kepada siapa saja, baik bagi keluarga yang tidak mampu maupun kepada keluarga yang mampu, semua mendapatkan pelayanan gratis. “Tidak pandang bulu, mau itu anak pertama, kedua atau kesekian semua biaya ditanggung Negara,” jelasnya. Keistimewaan Jampersal ini, ibu yang hendak melahirkan ini hanya bermodal Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang berlaku saja, langsung mendapat pelayanan proses persalinan. Dengan catatan melahirkan di rumah sakit milik pemerintah. “Bahkan ibu yang keguguran pun juga biayanya ditanggung pemerinrah,” ujarnya. Jika ibu melahirkan di rumah sakit swasta pun juga bisa, tapi harus ada MoU dengan pemerintah. Karena standarisasi biaya persalinannya yang menentukan pemerintah. Ditambahkan Mathius, program Jampersal tersebut tujuannya tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga untuk menekan angka kematian ibu dan anak, serta untuk mendeteksi secara keseluruhan berapa jumlah angka kematian ibu dan anak seluruh Indonesia. Oleh sebab itu, untuk mengetahui secara objektif jumlah teresbut, Pempus membuat program yang menyentuh kepada semua masyarakat di Indonesia tersebut, dengan dipersetujui oleh DPR RI. Dirinya juga mengingatkan kepada masyarakat, agar lebih membatasi memiliki anak, setidaknya disesuaikan dengan kondisi pendapatan. Agar dapat menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi, sebagai bekal masa depan anak. “Jangan mentang – mentang melahirkan gratis nambah anak terus, kasian masa depan anak. Kalau bagi yang merasa mampu tidak masalah, karena ada dukungan finansial,” pungkasnya. roz
|