Kaltim Kekurangan Dokter Jiwa2011-09-28 07:18:23
SAMARINDA, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Ali Hamdi, mengaku prihatin dengan rendahnya minat dokter di Kaltim mengambil jurusan spesialis ilmu kejiwaan, sehingga menyebabkan provinsi ini kekurangan tenaga dokter spesialis di bidang tersebut. “Tentunya ini memerlukan perhatian khusus dari pemerintah provinsi, khususnya Dinas Kesehatan Kaltim untuk mengupayakan pemenuhan kurangnya tenaga dokter spresialis kejiwaan itu,” kata Ali Hamdi, Selasa (27/9) kemarin. Menurut sekretaris Fraksi PKS DPRD Kaltim ini, kurangnya dokter spesialis jiwa juga berimbas pada tak maksimalnya penanganan pasien gangguan jiwa yang saat ini makin besar jumlahnya, yakni sekitar 150 ribu orang tahun 2010. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sekitar 5 hingga 10 persen tiap tahunnya, lantaran pada 2007 jumlah pasien gangguan jiwa hanya sekitar 131 ribu orang. Jumlah dokter spesialis kejiwaan di Kaltim saat ini hanya 10 orang. Padahal idealnya satu dokter berbanding dengan 1.000 pasien. Kondisi ini juga diperparah kurangnya minat penderita memanfaatkan fasilitas kesehatan seperti memeriksakan kesehatannya ke dokter dan Rumah Sakit Jiwa (RSJ). “Seharusnya jumlah dokter jiwa dengan penderita gangguan kejiwaan sebanding, sehingga pasien dapat ditangani maksimal,” kata politisi dari Dapil III Kukar – Kubar ini. Dia mengharapkan Dinas Kesehatan Kaltim dan pihak-pihak terkait dapat bekerjasama untuk memotivasi para dokter mengambil spesialis kejiawaan, dengan memberi mereka bantuan beasiswa. . “Ini penting, sebab melihat jumlah penderita gangguan jiwa terus meningkat, tenaga dokter yang menanganinya harus ditambah, agar pasien dapat dilayani dengan baik,” kata Ali Hamdi. fer/adv
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...