Hari jadi Kota Tenggarong Momen Evaluasi2011-09-29 06:21:09
TENGGARONG,Peringatan Hari Jadi (Harjad) Kota Tenggarong yang pada hari Rabu (28/9) 2011 genap berusia 229 tahun diharapkan tidak sekedar acara seremonial, tapi lebih dari itu harus dijadikan momen untuk melakukan evaluasi atas apa saja yang telah dilakukan terhadap perkembangan dan kemajuan pembangunan dalam mensejahterakan masyarakat. Wakil Bupati Kukar, HM Ghufron Yusuf menyampaikan hal itu dalam sambutannya saat Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kukar dengan agenda pengucapan sumpah Ketua DPRD Kukar sisa periode 2009-2014 dan mendengarkan pidato Bupati Kukar memperingati Hari Jadi ke-229 Kota Tenggarong, di Gedung Putri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang. Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD sementara Didik Agung Eko Wahono, itu dihadiri Gubernur Kaltim yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pertanian dan SDA Sri Hidayah, unsur Muspikab, anggota DPRD Kukar dan Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Kukar serta para undangan lainnya. Wabup mengatakan, dalam perjalanan Kota Tenggarong yang telah memasuki usianya yang ke 229 tahun, masih dipandang perlu dilihat kebelakang tentang sejarah perkembangannya, mulai dari berdirinya Kerajaan Kutai Kartanegara ing Martadipura hingga lahirnya Kota Tenggarong yang sebelumnya diberi nama Tangga Arung. Lanjut Wabup, kesungguhan mantan Bupati Kukar Prof DR H Syaukani HR menghidupkan kembali budaya Kesultanan Kutai Kartanegara dan peran Kesultanan, adalah bentuk kebijakan dalam rangka melakukan restorasi sejarah. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan jati diri sebagai pusat peradaban budaya nusantara. "Hari jadi Kota Tenggarong harus dibarengi evaluasi terhadap apa saja yang sudah dicapai dan apa saja peluang dan tantangan yang menyertainya. Peristiwa ini menjadi momentum untuk merenung apa yang telah kita lakukan dan sejauh mana kontribusinya bagi kebaikan daerah ini," kata Wabup. Dengan mengevaluasi tantangan serta mencermati kondisi mendatang, lanjut Wabup maka sungguh berat tugas yang akan kita pikul ke depan yakni mewujudkan masyarakat Kukar yang maju, mandiri dan sejahtera. Sementara Ketua DPRD Kukar, Awang Yacoub Luthman mengatakan, dengan bertambahnya usia Kota Tenggarong, hendaknya diiringi pula dengan semangat baru serta kedewasaan masyarakatnya dalam berfikir dan bertindak, sehingga dalam mengimplementasikan pembangunan daerah disegala aspek kehidupan masyrakat, baik secara fisik maupun non fisik dapat terwujud. "Dengan harapan tidak ada lagi ketimpangan apalagi menjadi daerah terbelakang," ujarnya. Untuk diketahui, sebelum rapat istimewa mendengarkan pidato Bupati Kukar memperingati hari jadi ke-229 Kota Tenggarong, acara diawali dengan pengambilan sumpah dan pelantikan Ketua DPRD Kukar definitif, Ir Awang Yacoub Luthman oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tenggarong, Rasyikin Azis. yd
|