Kejuaraan Bio Kaltim Sepi Pengunjung2011-09-29 06:28:38
SAMARINDA, Kejuaraan Bank Kaltim Open GP Gold 2011 yang berlangsung 27 September- 2 Oktober di Samarinda, Kalimantan Timur sepi dari kunjungan masyarakat, meski pertandingan itu bertaraf Internasional dan menghadirkan pemain rangking atas dunia. Kurangnya antusias masyarakat untuk menyaksikan even yang sudah dua kali di gelar di Samarinda itu sangat nampak di kursi penonton yang begitu lengang, bahkan kehadirannya tidak ada separuh dari 3000 kursi tempat duduk yang disediakan oleh panitia. Menurut Jenny petugas tiketing pada hari pertama pelaksanaan kejuaraan untuk kelas ekonomi tiket yang terjual 142 sit, untuk tiket kelas 27sit ditambah kelas VIP 3 sit. "Memang kemarin sangat sepi, namun untuk hari ini( Rabu 28/9) udah ada peningkatan khususnya di kelas Ekonomi yang sudah terjual hampir 250 sit," papar Jenny. Menurut Eko Satya Husada, panitia bidang promosi sepinya animo masyarakat sebenarnya bukan hal yang baru dalam penyelenggaran even di Samarinda. Karena pada even tahun sebelumnya, khususnya hari pertama dan kedua juga mengalami sepinya pengunjung, dan akan berangsur terjadi kenaikan jumlah penonton di hari-hari berikutnya. "Kelihatannya masyarakat memang memilih pertandingan yang berkualitas untuk ditonton, sehingga mereka melupakan partai pembuka yang biasanya jarang mempertandingkan pertandingan antara pemain papan atas," jelas Eko Satya Husada. Eko meyakinkan bahwa peluang untuk kenaikan animo masyarakat menyaksikan pertandingan BIO bakal terjadi untuk pertandingan berikutnya, karena dikatakan Eko tiket VIP dipartai final sudah terjual habis pada babak penyisihan ini. "Ya, kami cukup mengharapkan media juga membantu promosi kepada masyarakat, sehingga even ini bisa berjalan sukses hingga akhir petandingan," tegas Eko. Sepinya pengunjung juga dirasakan oleh Triatno pemilik stand pameran di areal Stadion Palaran Kaltim, sebagai lokasi pertandingan yang mengaku BIO kali ini sepi dari biasanya. "Kalau setiap hari begini terus, bisa rugi saya, karena tidak mencapai target," kata triatno yang mengaku menyewa stand dengan harga Rp 1,5 juta perpetaknya. at
|